Pihak Keluarga Minta RSUD PP Magretty dan Dinkes Kepulaun Tanimbar Bertanggungjawab Atas Kematian Almarhum JJ

Pihak Keluarga Minta RSUD PP Magretty dan Dinkes Kepulaun Tanimbar Bertanggungjawab Atas Kematian Almarhum JJ

Saumlaki, Pelita Maluku.com. – Istri dari Almarhum JJ yang meninggal di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) PP Magretty, Petronela Jaran meminta, pihak Rumah Sakit PP Magretti dan Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Tanimbar, harus bertanggungjawab, sehubungan dengan kematian suaminya pada Senin (16/11/2020), sekitar pukul 08.00 Wit di RSUD PP Magretty Senin (16/11/2020), sekitar pukul 08.00 Wit

Permintaan ini disampaikan Petronela Jaran, karena dirinya begitu kecewa dengan pelayanan yang diberikan oleh RSUD PP Magretty dan Dinas Kesehatan.

Pasalnya, sejak Almarhum JJ dirawat pada 9 November 2020 kemarin, pihak RSUD Magretty lewat Melky Melatunan telah menghubungi dirinya (Petronela Jaran), agar dapat menjemput suaminya, karena sudah sembuh dan diperkenankan untuk pulang ke rumah. Kata Petronela Jaran kepada media ini di Saumlaki Senin (16/11/2020). 

Dijelaskan Petronela, dirinya belum sempat menjemput suaminya dari rumah sakit, lantaran anaknya yang bernama Jefry saat itu masih berada di Desa Latdalam dan sesuai recana setelah anaknya tiba di Saumlaki baru mereka menjemput suaminya.

Namun yang paling menyakitkan, setiba di RSUD Magretty sekitar pukul 10.37 Wit, dirinya mendapat kabar dari anaknya bahwa suaminya telah menghembuskan nafas yang terakhir. 

“jadi kemarin saya bilang kebetulan anak saya ada di Latdalam jadi anak saya pulang baru saya suruh dia pergi jemput. Malah kata pihak rumah sakit, yang bernama Pak Melki itu, bahwa kalau tidak ada mobil biar nanti kami antar dengan Ambulans rumah sakit saja, tapi tiba tiba tadi saya di telepon, suami saya sudah meninggal, kalau benar suami saya sudah bisa pulang berarti kondisi suami saya sudah pulih dari sakitnya to tapi kenapa terbalik? Tandas Petronela Jaran.

Yang mengecewakan lagi lanjut Petronela, ketika suaminya menghembus nafas yang terakhir pada pukul 08.00 Wit, pihak RSUD Magretty baru menyampaikan informasi tersebut kepada dirinya sekitar pukul 10.37 Wit.  

“Kenapa pihak rumah sakit tidak memberikan informasi terkait meninggalnya suami saya pada pukul 08.00 itu kepada saya sebagai istri?, malah saya mendapat informasi meninggalnya suami saya dari anak saya pada pukul 10: 37 Wit baru saya di telepon oleh anak saya bahwa suami saya telah meninggal dunia. Berarti ada rengs waktu beberapa jam. Ini salah siapa? Kesal Petronela.

Dikesempatan yang sama salah satu anak Almarhum JJ, Jenet Jaran menegaskan, agar pihak RSUD Magretty bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Tanimbar harus mengklarifikasi atas masalah yang sudah menimpah keluarga mereka.

Klarifikasi ini sangat dibutuhkan, lantaran statemen yang disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Tanimbar, bahwa Almarhum JJ dinyatakan positif Covid-19, berdasarkan hasil swaab yang dikeluarkan Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku. Namun di lain sisi pihak RSUD Magretty telah meminta ayahnya (“JJ”) sudah harus dipulangkan karena kondisinya telah sembuh 

“ulah statemen dari Kepala Dinas Kesehatan itulah yang membuat tetangga kami melihat kami, dan keluarga kami dengan sebelah mata dan rasa takut untuk mendekati keluarga kami, akibat statemen Kepala Dinas kemarin. Lalu kenapa pihak ruma sakit minta agar di bawa pulang kalau demikian berarti ayah saya sudah pulih dan sembuh,” ungkap Jenet

Jenet juga meminta, pihak RSUD Magretty untuk dapat menunjukkan hasil swaab yang telah di keluarkan oleh Gustu Covid-19 Provinsi Maluku, agar dapat ditunjukkan kepada pihak keluarga. Namun kenyataanya, surat yang diterima bukanlah hasil swaab dari Gustu Covid-19 Maluku, justru sebaliknya surat dari Dinas Kesehatan Kepulauan Tanimbar. 

Di waktu yang sama Direktur RSUD PP Magretty Dr.Fulfuly CH.E. Nuniary kepada wartawan di ruang kerjanya menjelaskan, bahwa Almarhum “JJ” telah di rawat selama 8 hari, setelah di tetapkan positiv. Sebenarnya setelah di tetapkan positif, kondisi Almarhum sudah mulai membaik dan sudah direncana pemulangan dari ruma sakit. Rencana pemulangan “JJ” menurut Dr Fulfuly selain kesehatannya sudah baik, Almarhum ini di rawat sendiri di ruangan, makanya pihak RSUD Magretty mempertimbangkan untuk di isolasi mandiri saja bersama keluarga yang merawat. 

Namun di saat pihak rumah sakit hendak memulangkan, tiba - tiba kondisi Almarhum ngedrop karna keadaan gulanya naik.

Akhirnya, RSUD Magretty kembali merawat Almarhum untuk memperbaiki kondisi secara umum. Dalam pengembalian kondisi Almarhum, dibutuhkan beberapa hari, sampai stabil kembali. Di saat kondisi Almarhum stabil kita rencanakan untuk pulangkan karna secara klinis beliau tidak sakit, biarpun hasil labnya masih positiv, tapi keadaanya sudah baik.

“dokter yang merawatnya memastikan baiknya almarhum di rawat isolasi mandiri jangan di rumah sakit, dengan mempertimbangkan keadaan klinisnya Almarhum, antibodinya tidak bisa naik makanya dokter yang merawat menyarankan agar almarhum di rawat di rumah saja. Nah semalam sekitar setengah pukul 03.00 Wit malam kondisi Almarhum kembali ngedrop lagi, karna ngedrop ini cukup luar biasa pihak rumah sakit tidak bisa kembalikan kondisi almarhum,” Jelas Dr.Fulfuly

Untuk itu Dr.Fulfuly berharap, Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Tanimbar dapat mengklarifikasi kondisi yang dialami Almarhum, serta menunjukkan hasil swaab yang dikeluarkan oleh Gustu Covid – 19 Maluku, agar tidak ada penilaian lain dari pihak keluarga, terkhususnya istri dan anak – anak Almarhum (Gilang)


Sumber : https://pelitamaluku.com/pihak-keluarga-minta-rsud-pp-magretty-dan-dinkes-kepulaun-tanimbar-bertanggungjawab-atas-kematian-almarhum-jj-detail-431282