AMBON, PELITA MALUKU – Sebanyak 15 warga Kota Ambon yang membutuhkan kaki palsu segera menerima bantuan dari Kementerian Sosial. Penyerahan bantuan tersebut ditargetkan berlangsung sebelum atau bertepatan dengan peringatan Hari Disabilitas pada November 2026.
Kepala Dinas Sosial Kota Ambon, drg. Wendy Pelupessy, M.Kes., mengatakan, tahapan pengukuran kaki palsu bagi calon penerima telah dilakukan. Bantuan ini diharapkan membantu penyandang disabilitas menjalani aktivitas sehari-hari secara lebih mandiri.
Hal itu disampaikan Wendy kepada wartawan di Balai Kota Ambon, Rabu (28/10/2026), seusai upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98.
Menurutnya, bantuan tersebut disalurkan melalui Sentra Wasana Bahagia di Ternate, Maluku Utara, yang melayani wilayah Maluku, Maluku Utara, dan Papua.
“Setelah pengukuran dilakukan, sekitar satu bulan ke depan bantuan kaki palsu ini diharapkan sudah bisa diserahkan kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Wendy mengungkapkan, sebanyak 15 warga telah mendaftar setelah Dinas Sosial Kota Ambon membuka pendaftaran melalui media sosial resmi. Respons para calon penerima saat mengikuti pengukuran pun beragam. Bahkan, beberapa di antaranya terharu hingga menangis karena berharap bantuan tersebut dapat mempermudah kehidupan mereka.
Pemkot Ambon juga membuka akses bantuan kursi roda khusus bagi anak berusia 5–15 tahun. Program ini merupakan hasil kerja sama dengan sebuah lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Bali yang mendapat dukungan dari Australia.
Pendaftaran telah dibuka melalui media sosial, dengan target bantuan mulai menjangkau anak-anak yang memenuhi kriteria pada awal November 2026. Jumlah penerima akan disesuaikan dengan data pendaftar dan ketersediaan bantuan.
Wendy menegaskan, warga yang belum terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) tetap berpeluang mendapat bantuan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) maupun jalur khusus sesuai kebutuhan.
Ke depan, Dinas Sosial juga akan mengoptimalkan aplikasi Perlinsos agar masyarakat dapat mendaftar secara mandiri atau melalui agen yang ditentukan. Sistem digital ini diharapkan mempercepat pendataan dan verifikasi dibandingkan mekanisme manual yang harus mengikuti antrean nasional.
Melalui berbagai program tersebut, Pemkot Ambon berharap penyandang disabilitas, termasuk anak-anak, memperoleh akses bantuan yang sesuai kebutuhan sehingga dapat menjalani kehidupan dengan lebih mandiri.
AIS FASSE REDAKSI PELITA MALUKU
Sumber : https://pelitamaluku.com/15-warga-ambon-segera-terima-kaki-palsu-kursi-roda-khusus-anak-dibuka-detail-465182