JAKARTA, PELITA MALUKU – Kekayaan laut Maluku kembali menjadi perhatian pemerintah pusat. Dalam pertemuan dengan sejumlah menteri di Jakarta, Jumat (18/9/2026), Gubernur Maluku membawa langsung kepentingan nelayan dan petani rumput laut, mulai dari pengembangan budidaya hingga persoalan alih muat ikan di tengah laut.
Didampingi Kepala Kantor Perwakilan Maluku di Jakarta dan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku, Gubernur Maluku melakukan serangkaian pertemuan dengan tiga menteri kabinet untuk membahas sejumlah agenda strategis pembangunan daerah.
Salah satu hasil penting pertemuan dengan Menteri Kelautan dan Perikanan adalah rencana pengembangan budidaya rumput laut seluas 20.000 hektare.
Pemerintah Provinsi Maluku menyatakan siap mendukung program tersebut dengan menyiapkan lahan serta mendata petani rumput laut. Sejumlah wilayah yang menjadi perhatian antara lain Maluku Tenggara, Kota Tual, dan Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Bagi masyarakat pesisir, program ini dinilai membuka ruang ekonomi baru. Rumput laut bukan sekadar komoditas laut, tetapi menjadi sumber penghasilan bagi banyak keluarga yang menggantungkan hidup dari pesisir.
Persoalan nelayan terkait transhipment atau alih muat ikan di tengah laut juga menjadi pembahasan penting. Menteri KKP menyampaikan akan menerbitkan surat untuk mengakhiri relaksasi penangkapan ikan terukur.
Dengan kebijakan tersebut, kapal ikan yang beroperasi di WPP Laut Banda, Laut Seram, dan Laut Arafura diarahkan mendaratkan hasil tangkapannya di pelabuhan pendaratan pantai milik Pemerintah Provinsi Maluku.
Selain itu, dukungan pemerintah pusat mencakup pembangunan 79 Kampung Nelayan Merah Putih di berbagai wilayah Maluku serta hibah satu unit kapal pembersih sampah laut atau SeaCleaner melalui KKP.
Gubernur Maluku juga memperoleh dukungan Menteri KKP terhadap pengesahan RUU Daerah Kepulauan menjadi undang-undang.
Rangkaian pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperjuangkan agar potensi laut Maluku memberi manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakatnya.
REDAKSI PELITA MALUKU