Dobo, Pelita Maluku — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan generasi muda Kabupaten Kepulauan Aru. Grup tari Jargaria Allstar berhasil meraih Juara III pada ajang World of Dance Indonesia 2026, sekaligus mengukuhkan nama Aru di panggung kompetisi tari bergengsi tingkat nasional yang merupakan bagian dari jaringan kompetisi internasional berpusat di Los Angeles, Amerika Serikat.
Capaian tersebut disampaikan Pelatih Jargaria Allstar, Calvin Susanto Mangar, saat ditemui wartawan di kawasan Objek Wisata Taman Kota Dobo, Sabtu (16/5/2026).
Calvin menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru dan Polres Kepulauan Aru atas dukungan yang diberikan selama proses persiapan hingga keberangkatan tim mengikuti kompetisi yang digelar di Ambon pada 18 April 2026 lalu.
“Kami berhasil meraih Juara III di World of Dance Indonesia. Atas nama tim Jargaria Allstar, saya menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru dan Polres Kepulauan Aru yang selama ini telah memberikan dukungan penuh kepada kami,” ujar Calvin.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Bupati Kepulauan Aru, Kapolres Kepulauan Aru beserta istri, serta seluruh masyarakat Aru yang telah memberikan doa dan dukungan moral kepada tim sejak keberangkatan hingga kembali dengan selamat.
“Terima kasih sebesar-besarnya untuk Bapak Bupati, Bapak Kapolres Kepulauan Aru, Ibu Kapolres, dan seluruh masyarakat Aru atas doa dan dukungan yang mengantar kami sampai Ambon dan pulang dengan selamat,” katanya.
Dalam kompetisi tersebut, Jargaria Allstar tampil sebagai wakil Kepulauan Aru sekaligus salah satu representasi Indonesia Timur. Tim yang diberangkatkan terdiri dari 15 penari, satu manajer, dan satu pelatih, dengan waktu persiapan yang terbilang singkat, yakni sekitar satu bulan sejak Maret 2026.
Calvin mengakui, saat memasuki masa persiapan, kondisi tim belum sepenuhnya ideal. Namun semangat, kerja keras, dan kekompakan menjadi modal utama hingga akhirnya mampu bersaing dengan peserta dari berbagai daerah seperti Nusa Tenggara Timur, Papua, Ambon, dan Tual.
“Kami sangat terharu karena mampu melewati semua tantangan. Kami juga bangga karena ini menjadi bukti bahwa anak-anak Aru mampu bersaing dan menunjukkan kualitas. Jangan pernah anggap kami tidak ada,” tegasnya.
Keberhasilan ini, kata Calvin, diharapkan menjadi titik awal bagi berkembangnya seni tari dan budaya hip hop di Kepulauan Aru. Ia menilai masih banyak generasi muda Aru yang memiliki bakat besar, namun membutuhkan ruang dan dukungan yang lebih luas untuk berkembang secara positif.
Menurutnya, seni dapat menjadi wadah strategis bagi anak-anak muda untuk menyalurkan energi, kreativitas, sekaligus menjauhkan diri dari berbagai pengaruh negatif.
“Harapan kami ke depan, kompetisi-kompetisi seperti ini bisa semakin didukung. Kami ingin ada wadah khusus bagi pelaku seni tari di Jargaria agar lebih banyak anak muda bisa berkembang dan menjauhi hal-hal negatif. Kami punya peluang besar jika diberi kesempatan,” ujarnya.
Calvin menegaskan, capaian Juara III bukanlah akhir perjalanan Jargaria Allstar. Timnya berkomitmen terus berlatih dan membawa nama Kepulauan Aru ke panggung yang lebih tinggi.

“Ini adalah cahaya baru untuk harapan kami ke depan. Kami akan terus membakar semangat agar bisa membawa nama Aru semakin dikenal,” tutupnya.
Redaksi Pelita Maluku - Rangga