AMBON, PELITA MALUKU — Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena meminta kader Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) tidak terjebak dalam ruang organisasi. Kader muda harus mampu melihat persoalan masyarakat yang lebih luas dan mengambil bagian dalam pembangunan daerah.
Pesan itu disampaikan Bodewin saat menghadiri Pendidikan Kader Jenjang Lanjutan AMGPM di Balai Diklat Pertanian Provinsi Maluku, Kamis (1/10/2026).
Bodewin mengatakan, pendidikan kader tidak semestinya hanya menjadi agenda untuk memperkuat struktur organisasi. Proses tersebut harus mampu membentuk anak muda yang memiliki karakter, kapasitas berpikir, serta fondasi iman dan spiritual yang kuat.
Ia menilai jenjang lanjutan menjadi momentum penting untuk meningkatkan kualitas kader sebelum mereka menerima tanggung jawab kepemimpinan yang lebih besar.
“Pendidikan kader ini penting karena bukan hanya untuk memahami organisasi, tetapi bagaimana terjadi peningkatan kualitas, baik intelektual maupun iman dan spiritual,” ujar Bodewin.
Menurutnya, kader AMGPM nantinya akan berhadapan dengan persoalan yang tidak selalu dapat diselesaikan melalui sudut pandang organisasi. Karena itu, kemampuan membaca kepentingan publik menjadi bagian penting dalam membangun kepemimpinan.
“Jangan berpikir sempit, mesti memiliki wawasan yang luas. Kapan berpikir untuk kepentingan organisasi, kapan untuk masyarakat, dan kapan dalam konteks membangun bangsa dan negara,” katanya.
Bodewin juga menekankan perlunya karakter kepemimpinan yang mampu mengikuti perubahan. Ia menyebut pemimpin masa depan harus bersedia memperbaiki diri, terbuka terhadap pembaruan, dan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.
“Kita hari ini membutuhkan pemimpin-pemimpin yang transformatif,” ujarnya.
Karena itu, peserta diminta memanfaatkan pendidikan kader untuk memperkaya pengetahuan dan pengalaman. Bodewin berharap materi yang diberikan narasumber tidak berhenti di ruang pelatihan, tetapi diterapkan dalam kehidupan organisasi dan pengabdian kepada masyarakat.
Ia juga mendorong pemerintah dan AMGPM memperkuat sinergi dalam menyiapkan generasi muda yang dapat berkontribusi bagi pembangunan Maluku.
Kalau melihat daya pukul judul dan angle berita, versi kedua lebih menonjolkan pesan Bodewin yang substantif karena ada konflik gagasan: kepentingan organisasi versus kepentingan publik.