Bodewin Wattimena: Pattimura Bukan Sekadar Sejarah, Tapi Api Perjuangan Maluku

Bodewin Wattimena: Pattimura Bukan Sekadar Sejarah, Tapi Api Perjuangan Maluku

Ambon, Pelita Maluku – Pemerintah Provinsi Maluku bersama Pemerintah Kota Ambon menggelar upacara peringatan Hari Pahlawan Nasional Kapitan Pattimura ke-209 di Pattimura Park, Ambon, Senin (18/5/2026), sebagai momentum meneguhkan kembali semangat perjuangan rakyat Maluku dalam menghadapi tantangan pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.

Upacara berlangsung khidmat, diawali dengan pembacaan sejarah perjuangan Thomas Matulessy atau Kapitan Pattimura, pahlawan nasional 209 tahun lalu memimpin perlawanan rakyat Maluku melawan penjajahan dengan keberanian, keteguhan, dan pengorbanan demi martabat bangsa.

img-1779066796.jpg

Dalam upacara tersebut Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, bertindak selaku Upulatu Kota Ambon sekaligus membacakan sambutan Gubernur Maluku di hadapan jajaran pejabat tinggi pratama lingkup Pemerintah Provinsi Maluku dan Pemerintah Kota Ambon, tokoh agama, tokoh masyarakat, para raja, camat, lurah, kepala desa se-Kota Ambon, ahli waris keluarga Kapitan Pattimura, serta peserta upacara dan insan media.

Dalam sambutan tersebut, Bodewin menegaskan bahwa Pattimura bukan sekadar tokoh sejarah yang dikenang setiap tahun, melainkan simbol perjuangan yang harus terus hidup dalam setiap langkah pembangunan Maluku.

“Kapitan Pattimura tidak berjuang demi dirinya sendiri. Beliau berdiri di garis depan demi masa depan rakyatnya, rela berkorban agar generasi Maluku bisa hidup lebih baik dan bermartabat. Hari ini, semangat itu harus tetap menyala dalam diri kita semua,” ujar Bodewin saat membacakan pesan Gubernur Maluku.

img-1779066814.jpg

Ia mengingatkan bahwa perjuangan masa kini bukan lagi melawan penjajahan fisik, melainkan melawan kebodohan, kemiskinan, keterbelakangan, dan perpecahan yang masih menjadi tantangan nyata masyarakat Maluku.

“Kalau dulu Pattimura melawan penjajah dengan parang, salawaku, dan keberanian, maka hari ini kita harus melawan kebodohan dengan pendidikan, melawan kemiskinan dengan kerja keras, melawan keterbelakangan dengan inovasi, dan melawan perpecahan dengan persaudaraan,” tegasnya.

Mengusung tema “Teladani Perjuangan Pattimura, Wujudkan Maluku Gemilang Menuju Indonesia Emas 2045,” peringatan tahun ini disebut sebagai panggilan sejarah bagi seluruh elemen masyarakat untuk kembali bersatu dan bergerak bersama membangun daerah.

img-1779066826.jpg

Menurut Bodewin, Indonesia Emas 2045 tidak akan pernah tercapai tanpa kontribusi daerah, termasuk Maluku. Karena itu, seluruh kekuatan masyarakat harus diarahkan untuk mendukung agenda strategis pembangunan, seperti pengembangan Blok Masela serta perjuangan pengesahan Rancangan Undang-Undang Daerah Kepulauan yang saat ini sedang berproses di tingkat nasional.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga api perjuangan Pattimura tetap hidup dalam keseharian masyarakat, mulai dari rumah tangga, dunia pendidikan, pelayanan publik, hingga ruang-ruang pengabdian lainnya.

“Api perjuangan itu harus menyala dalam doa para ibu, dalam cita-cita besar anak-anak muda Maluku, dalam dedikasi ASN, TNI, Polri, guru, tenaga kesehatan, dan seluruh masyarakat yang setiap hari bekerja untuk negeri ini,” katanya.

img-1779066856.jpg

Peringatan Kapitan Pattimura ke-209 di Pattimura Park bukan hanya seremoni mengenang masa lalu, tetapi juga menjadi penegasan bahwa perjuangan besar Maluku belum selesai. Dari Ambon, semangat Pattimura kembali dikobarkan sebagai energi kolektif untuk membawa Maluku bangkit, maju, dan bermartabat di masa depan.


Redaksi Pelita Maluku - Ais

Sumber : https://pelitamaluku.com/bodewin-wattimena-pattimura-bukan-sekadar-sejarah-tapi-api-perjuangan-maluku-detail-462954