AMBON, PELITA MALUKU — Perum BULOG mencatat rekor tertinggi sepanjang sejarah pengadaan gabah dan beras dalam negeri setelah realisasinya mencapai 4.115.014 ton setara beras hingga 8 Oktober 2026. Capaian sebesar 102,88 persen dari target pemerintah itu menjadi tonggak penting dalam memperkuat cadangan pangan dan mendukung ketahanan pangan nasional.
Keberhasilan tersebut disyukuri melalui kegiatan tasyakuran bersama Komisi IV DPR RI di Kompleks Pergudangan BULOG Nusaniwe, Ambon, Maluku, Jumat (9/10/2026).
Kegiatan itu berlangsung dalam rangka kunjungan kerja reses Komisi IV DPR RI Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026–2027 yang dipimpin Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto. Rombongan meninjau langsung kondisi gudang, pengelolaan stok, serta kesiapan BULOG dalam menjaga ketersediaan beras bagi masyarakat.
Komisi IV DPR RI Siti Hediati mengapresiasi kerja keras jajaran BULOG yang berhasil melampaui target pengadaan 4 juta ton setara beras. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan pentingnya penyerapan hasil produksi petani dalam negeri untuk memperkuat ketahanan pangan.
Namun, ia menegaskan, keberhasilan pengadaan harus diikuti pengelolaan stok dan distribusi yang merata agar ketersediaan beras dapat dirasakan masyarakat di seluruh Indonesia, termasuk kawasan kepulauan.
Wakil Direktur Utama Perum BULOG, Mayor Jenderal TNI (Purn.) Marga Taufiq, menyebut pencapaian tersebut merupakan hasil kerja bersama petani, mitra penggilingan, pemerintah, dan seluruh jajaran BULOG.
Ia menegaskan, rekor tersebut bukan sekadar pencapaian angka, melainkan modal untuk memperkuat Cadangan Beras Pemerintah (CBP), menjaga stabilitas pasokan dan harga melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), serta mendukung penyaluran bantuan pangan.
Realisasi 2026 ini melampaui pengadaan 2025 sebesar 3.191.969 ton setara beras dan memecahkan rekor sebelumnya pada 2012 yang mencapai 3,65 juta ton.
Di wilayah timur Indonesia, stok beras yang dikelola BULOG Kantor Wilayah Maluku dan Maluku Utara tercatat sebanyak 24.400 ton. Cadangan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan pasokan pangan di wilayah kepulauan.
BULOG berkomitmen melanjutkan penguatan pengadaan dari petani dalam negeri, menjaga kualitas stok, dan mendukung pemerataan distribusi. Dengan demikian, capaian bersejarah ini diharapkan semakin memperkokoh cadangan pangan pemerintah sekaligus menjaga ketersediaan beras bagi masyarakat.
AIS FASSE - REDAKSI PELITA MALUKU