Costansius Kolatfeka: Masa Depan Blok Masela Ditentukan Lewat Komitmen Lingkungan

Costansius Kolatfeka: Masa Depan Blok Masela Ditentukan Lewat Komitmen Lingkungan

Ambon, Pelita Maluku – Ketua Lembaga Kalesang Lingkungan Maluku, Costansius Kolatfeka, menegaskan bahwa masa depan Blok Masela tidak semata-mata ditentukan oleh besarnya cadangan gas yang dikelola atau keuntungan ekonomi yang dihasilkan, melainkan oleh sejauh mana komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga kelestarian lingkungan dan melindungi hak-hak masyarakat lokal.

Pernyataan tersebut disampaikan Costansius dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh setiap 5 Juni. 

Menurutnya, peringatan tahun 2026 menjadi momentum penting untuk mengingatkan bahwa pembangunan ekonomi harus berjalan beriringan dengan upaya perlindungan lingkungan hidup.

Ia menjelaskan, Blok Masela yang berada di Laut Arafura, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, merupakan salah satu proyek strategis nasional yang memiliki potensi besar dalam mendukung ketahanan energi nasional, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, dan membuka peluang kerja bagi masyarakat.

Namun, di balik potensi tersebut, terdapat tanggung jawab besar untuk memastikan bahwa aktivitas eksplorasi dan eksploitasi sumber daya alam tidak menimbulkan kerusakan lingkungan yang dapat mengancam kehidupan masyarakat pesisir dan ekosistem laut yang menjadi penopang utama kehidupan di Maluku.

“Keberhasilan Blok Masela harus dilihat secara menyeluruh. Bukan hanya dari sisi produksi dan investasi, tetapi juga dari kemampuan menjaga lingkungan laut, melindungi masyarakat adat, serta menghadirkan kesejahteraan yang berkelanjutan bagi masyarakat Maluku,” kata Costansius.

Ia mengingatkan bahwa lokasi pengembangan Blok Masela berada di kawasan Laut Arafura yang merupakan bagian dari Wallacea, salah satu wilayah dengan tingkat keanekaragaman hayati tertinggi di dunia. Kawasan tersebut menjadi habitat berbagai spesies endemik dan memiliki nilai ekologis yang sangat penting bagi keseimbangan lingkungan global.

Selain itu, wilayah perairan di sekitar Blok Masela juga merupakan salah satu pusat aktivitas perikanan nasional yang menopang kehidupan ribuan nelayan. Karena itu, setiap kebijakan pembangunan harus mempertimbangkan aspek keberlanjutan agar tidak mengganggu fungsi ekologis dan ekonomi kawasan tersebut.

Costansius menilai pengelolaan Blok Masela perlu mengadopsi konsep industri hijau melalui penerapan teknologi ramah lingkungan, pengurangan emisi karbon, pengelolaan limbah yang terintegrasi, serta pengawasan kualitas lingkungan secara berkelanjutan.

Di samping itu, perlindungan ekosistem laut dan pesisir harus menjadi prioritas melalui rehabilitasi mangrove dan terumbu karang, penetapan kawasan konservasi, serta pengawasan ketat terhadap potensi pencemaran yang dapat merusak sumber daya alam.

Menurutnya, masyarakat adat dan nelayan lokal juga harus ditempatkan sebagai bagian penting dalam pembangunan. Mereka perlu mendapatkan ruang dalam proses pengambilan keputusan serta memperoleh manfaat nyata melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dukungan terhadap usaha perikanan berkelanjutan, pengembangan UMKM pesisir, dan akses pendidikan yang lebih luas.

Costansius juga mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat regulasi perlindungan lingkungan, mengawasi pelaksanaan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), serta memastikan manfaat ekonomi dari Blok Masela dapat dirasakan secara adil oleh masyarakat.

Ia menambahkan, Indonesia telah memiliki berbagai regulasi yang mengatur pengelolaan migas berwawasan lingkungan, mulai dari Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi hingga Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Karena itu, yang dibutuhkan saat ini adalah konsistensi dalam implementasi dan pengawasan di lapangan.

Dalam momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang mengusung tema global “Inspired by Nature, For Climate, For Our Future” dan tema nasional “Saatnya Bekerja untuk Iklim”, Costansius mengajak pemerintah, dunia usaha, akademisi, organisasi masyarakat sipil, dan masyarakat luas untuk memperkuat kolaborasi dalam menghadapi tantangan perubahan iklim, polusi, dan hilangnya keanekaragaman hayati.

Menurutnya, Blok Masela dapat menjadi contoh keberhasilan pengelolaan sumber daya alam yang mampu menyeimbangkan kepentingan ekonomi dan kelestarian lingkungan apabila seluruh pihak memiliki komitmen yang sama terhadap prinsip pembangunan berkelanjutan.

“Blok Masela harus menjadi warisan pembangunan yang membanggakan bagi Maluku, bukan hanya karena nilai ekonominya, tetapi karena mampu menjaga lingkungan dan kesejahteraan masyarakat untuk generasi yang akan datang,” tegasnya.


Redaksi Pelita Maluku - Ais Fasse 

Sumber : https://pelitamaluku.com/costansius-kolatfeka-masa-depan-blok-masela-ditentukan-lewat-komitmen-lingkungan-detail-463215