Dari Kampus ke Desa, Wali Kota Ambon Minta Mahasiswa KKN Jadi Agen Perubahan Nyata

Dari Kampus ke Desa, Wali Kota Ambon Minta Mahasiswa KKN Jadi Agen Perubahan Nyata

Ambon, Pelita Maluku – Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, menegaskan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) harus tampil sebagai agen perubahan yang mampu membawa dampak nyata bagi masyarakat, terutama di tingkat desa dan kelurahan.

Pesan itu disampaikan saat memberikan pembekalan kepada ratusan mahasiswa KKN UKIM di kampus setempat, Senin (4/5/2026), menjelang keberangkatan mereka ke berbagai wilayah di Kota Ambon.

Menurut Wattimena, peran mahasiswa tidak boleh berhenti pada penyelesaian tugas akademik. Kehadiran mereka di tengah masyarakat harus menjadi jembatan antara ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dengan kebutuhan riil di lapangan.

“Dari kampus ke desa, mahasiswa harus mampu menghadirkan perubahan nyata. Jangan sekadar menjalankan program, tetapi pahami persoalan masyarakat dan hadirkan solusi,” tegasnya.

Ia menekankan pentingnya kepekaan sosial, kemampuan membaca potensi lokal, serta keberanian melahirkan inovasi, terutama dalam menghadapi tantangan transformasi digital dan penguatan ekonomi kreatif.

Dalam arahannya, Wattimena juga memaparkan visi pembangunan Kota Ambon melalui konsep “Ambon Manise” yang menitikberatkan pada kota yang inklusif, toleran, dan berkelanjutan. Pemerintah, kata dia, tengah mendorong pengembangan sektor strategis seperti pariwisata berbasis waterfront city, ekonomi kreatif, serta blue economy di kawasan Teluk Ambon.

Selain itu, upaya reformasi perizinan, kepastian tata ruang, hingga penguatan inklusi keuangan terus dilakukan untuk menciptakan iklim usaha yang sehat dan bebas pungutan liar.

Wattimena menilai digitalisasi menjadi kunci dalam meningkatkan pelayanan publik sekaligus membuka ruang inovasi bagi generasi muda. Karena itu, mahasiswa KKN diharapkan mampu menjadi ujung tombak dalam memperkenalkan dan mengimplementasikan teknologi hingga ke tingkat masyarakat.

Ia juga mendorong mahasiswa membangun kolaborasi dengan pemerintah dan warga setempat agar program yang dijalankan tidak berhenti saat KKN berakhir, tetapi berkelanjutan dan berdampak jangka panjang.

Menutup arahannya, Wattimena mengingatkan agar mahasiswa meninggalkan jejak yang bermakna di tengah masyarakat.

“Jangan hanya meninggalkan program kerja, tetapi tinggalkan nilai, inspirasi, dan dampak yang dirasakan masyarakat,” ujarnya.


Redaksi Pelita Maluku 

Sumber : https://pelitamaluku.com/dari-kampus-ke-desa-wali-kota-ambon-minta-mahasiswa-kkn-jadi-agen-perubahan-nyata-detail-462779