AMBON, PELITA MALUKU — Penutupan mendadak seluruh lokasi tambang pasir dan batu (galian C) di Kota Ambon sejak empat hari lalu langsung berdampak buruk bagi masyarakat. Para sopir truk, penambang, pekerja proyek, hingga pengusaha swasta kini terancam kehilangan pendapatan.
Kondisi yang menyusahkan rakyat kecil ini mendapat sorotan tajam dari Ketua DPRD Kota Ambon, Mourits L. Tamaela. Dalam rapat di gedung dewan pada Selasa (6/10/2026), ia meminta pemerintah dan aparat penegak hukum segera memberikan kelonggaran atau jalan keluar jangka pendek. Rapat ini turut dihadiri oleh pimpinan Komisi III, Dinas ESDM Provinsi Maluku, dan Bagian Hukum Pemkot Ambon.
Menurut Mourits, penutupan tambang ini jangan hanya dilihat dari aturan hukum, tapi harus mempertimbangkan sisi kemanusiaan. Jika masyarakat kehilangan pekerjaan dan sampai kelaparan, ia khawatir hal tersebut bisa memicu peningkatan angka kriminalitas di Kota Ambon.
Selain menyusahkan warga, kebijakan ini juga membuat repot pemerintah sendiri. Mourits menyebutkan, proyek-proyek pembangunan dari pemerintah kota dan provinsi yang menggunakan dana APBD jadi terpaksa berhenti total karena tidak ada pasokan bahan bangunan.
Ia juga menjelaskan bahwa para penambang sebenarnya berniat baik dan taat aturan. Dari tujuh lokasi tambang galian C yang ada, empat di antaranya saat ini sedang sibuk memproses perizinan resmi.
Sebagai solusi, Mourits memberikan usulan yang adil. Bagi para penambang yang sedang dalam proses mengurus izin, ia meminta agar mereka diberikan ruang untuk tetap bekerja, tentunya dengan syarat dan batasan yang diawasi.
Di akhir rapat, Ketua DPRD mengajak pihak kepolisian, Dinas ESDM, dan pemerintah kota untuk segera duduk bersama mencari jalan keluar. Ia berharap ada kesepakatan tertulis resmi dari pertemuan tersebut agar roda ekonomi rakyat kecil tetap bisa berputar.
AIS FASSE - REDAKSI PELITA MALUKU
Sumber : https://pelitamaluku.com/galian-c-ambon-ditutup-ketua-dprd-minta-solusi-cepat-agar-rakyat-tidak-kelaparan-detail-464892