Ambon, Pelita Maluku – Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, menegaskan bahwa sekolah harus menempatkan pendidikan karakter sebagai prioritas utama di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Penegasan itu disampaikannya saat menghadiri peluncuran Program Child Community Hero di SD Kristen Nania, Kamis (16/7/2026).
Program hasil kolaborasi SD Kristen Nania dengan Yayasan Pohon Sagu tersebut turut dihadiri Ketua Cabang YPPK dr. Jakob Bernadus Sitanala, Ketua Klasis Pulau Ambon Utara, Ketua Majelis Jemaat GPM Nania, serta Ketua Yayasan Pohon Sagu.
Dalam sambutannya, Bodewin mengapresiasi kolaborasi yang dibangun berbagai pihak untuk menghadirkan program yang berfokus pada pembentukan karakter anak sejak usia dini. Menurutnya, kemajuan teknologi tidak boleh menggeser nilai-nilai kemanusiaan yang menjadi fondasi kehidupan.
"Anak-anak tidak cukup hanya memiliki kecerdasan intelektual. Mereka juga harus dibekali kecerdasan emosional, mental yang kuat, serta tumbuh di lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan maupun perundungan," kata Bodewin.
Ia menilai tantangan dunia pendidikan saat ini semakin kompleks seiring berkembangnya AI yang mampu mengubah cara belajar dan bekerja. Karena itu, sekolah dituntut tidak hanya mencetak peserta didik yang cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, empati, kemampuan bekerja sama, serta jiwa kepemimpinan.
Menurut Bodewin, pendidikan karakter harus dimulai sejak dini agar anak-anak mampu menghadapi perubahan zaman tanpa kehilangan nilai moral dan kepedulian terhadap sesama.
"Generasi yang akan membawa Indonesia menuju Indonesia Emas 2045 adalah generasi yang cerdas sekaligus berkarakter. Inilah investasi terbesar yang harus kita bangun mulai dari sekolah," ujarnya.
Kepala SD Kristen Nania, Pdt. Ficca Rumahruson, M.Si, mengatakan sekolah kini mengusung visi membentuk generasi yang unggul, kreatif, berbudaya, dan berwawasan global. Visi tersebut diwujudkan melalui berbagai program, seperti Literasi Alkitab, Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BESAN), penguatan Bahasa Inggris melalui Komunitas Bahasa Basudara, hingga Program Child Community Hero.
"Program-program ini bukan sekadar slogan, tetapi menjadi langkah nyata membangun karakter, keterampilan abad ke-21, sekaligus memperkuat kolaborasi antara sekolah dan orang tua," ujar Ficca.
Ketua Cabang YPPK, dr. Jakob Bernadus Sitanala, mengapresiasi inovasi yang dilakukan SD Kristen Nania. Menurutnya, keberhasilan pendidikan lahir dari sinergi kepala sekolah, guru, yayasan, mitra pendidikan, dan dukungan penuh orang tua.
Ia juga menegaskan sekolah memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai toleransi karena peserta didik berasal dari latar belakang yang beragam.
Sementara itu, Ketua Yayasan Pohon Sagu, Imanuel Lawalata, menjelaskan Program Child Community Hero dirancang untuk membentuk anak-anak yang memiliki karakter kepemimpinan, kepedulian sosial, keberanian berbuat baik, dan keterampilan hidup sejak usia dini.
Ia mengatakan filosofi "Pohon Sagu" mengajarkan bahwa karakter yang kuat harus dibangun dari akar yang kokoh agar anak-anak tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang peduli, berempati, dan siap memberikan manfaat bagi masyarakat.
Melalui program tersebut, SD Kristen Nania berharap mampu melahirkan generasi Ambon yang tangguh menghadapi era digital, berdaya saing global, namun tetap berpegang teguh pada nilai-nilai karakter sebagai bekal membangun masa depan Kota Ambon dan Indonesia.
Sumber : https://pelitamaluku.com/hadapi-era-ai-bodewin-minta-sekolah-prioritaskan-pendidikan-karakter-detail-463802