Ambon, Pelita Maluku — Pemerintah Kota Ambon menjadikan pengembangan jukulele sebagai bagian dari strategi menjaga identitas musik daerah sekaligus membuka ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat dan kreativitas.
Komitmen itu terlihat dalam Lomba Jukulele Tingkat Kecamatan Teluk Ambon Tahun 2026 yang berlangsung di Balai Pelestarian Kebudayaan Kota Ambon, Jumat (14/8/2026).
Dalam sambutan Wali Kota Ambon yang dibacakan Asisten II Sekretaris Daerah Kota Ambon Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Rustam Simanjuntak, ditegaskan bahwa jukulele telah memiliki perjalanan panjang dalam perkembangan musik masyarakat Maluku, khususnya Ambon.
Karena itu, Pemkot Ambon berkomitmen menjaga, melestarikan sekaligus mengembangkan jukulele agar tidak sekadar menjadi alat musik pengiring, tetapi mampu tampil sebagai instrumen utama dalam berbagai kegiatan dan pertunjukan.
“Pemerintah Kota Ambon berkomitmen untuk terus menjaga, melestarikan dan mengembangkan jukulele sebagai alat musik daerah,” ujar Rustam.
Penguatan jukulele dilakukan melalui lomba tingkat kecamatan yang digelar secara rutin melalui kolaborasi TP PKK Kota Ambon, Ambon Music Office (AMO) dan pemerintah kecamatan.
Pemkot juga mendorong jukulele dikembangkan di lingkungan pendidikan, mulai dari SD hingga SMP, serta memperkuat sanggar musik di desa, negeri dan komunitas sebagai ruang pembinaan talenta muda.
Menurut Rustam, lomba tidak boleh hanya dilihat dari siapa yang menjadi juara. Lebih penting, kegiatan tersebut menjadi ruang pembentukan keberanian, kreativitas, disiplin, persahabatan dan kecintaan anak-anak terhadap musik serta budaya daerah.
“Dalam setiap perlombaan, setiap anak yang berani tampil sesungguhnya sudah menjadi pemenang,” tegasnya.
Lomba Jukulele Tingkat Kecamatan Teluk Ambon tahun ini diikuti enam peserta. Gloriy Voice Ukulele berhasil meraih juara pertama, disusul Ebenhaizer Jukulele sebagai juara II dan SMPN 15 Ambon sebagai juara III.
Sementara itu, D'Juk Rumahtiga meraih Harapan I, SDN 1 Hative Besar Harapan II, dan Laha Airsakula Siloam Harapan III.
Pemkot Ambon turut memberikan apresiasi kepada guru, pelatih, arranger, manajer, orang tua dan seluruh pihak yang mendampingi peserta selama proses latihan hingga tampil di panggung perlombaan.
Pemerintah berharap pembinaan jukulele terus berlanjut sehingga generasi muda bukan hanya menjadi penikmat musik, tetapi juga pelaku yang menjaga keberlangsungan tradisi musik Ambon.
“Jukulele bukan hanya tentang musik, tetapi juga tentang bagaimana musik dapat menyatukan kita,” pungkasnya.
Redaksi Pelita Maluku - Ais Fasse
Sumber : https://pelitamaluku.com/jukulele-jadi-anak-muda-teluk-ambon-unjuk-bakat-detail-464140