Ambon, Pelita Maluku — Mantan Gubernur Maluku, Karel Ralahalu, menilai nilai budaya pela gandong harus kembali diperkuat sebagai fondasi persaudaraan sekaligus benteng bagi generasi muda Maluku.
Menurut Ralahalu, masyarakat Maluku sejak dahulu telah memiliki ikatan persaudaraan yang kuat meski berbeda agama dan tersebar di berbagai negeri.
Hal itu disampaikan Ralahalu kepada wartawan di Gedung Kantor RRI Ambon, Jumat (14/8/2026).
Ia menjelaskan, sejarah leluhur Maluku dibangun melalui proses panjang, termasuk peperangan, perdamaian dan sumpah persaudaraan yang kemudian melahirkan ikatan gandong sebagai simbol persaudaraan sejati.
“Walaupun ada yang beragama Kristen dan ada yang beragama Islam, kita tetap satu gandong, satu saudara. Kita tidak boleh membedakan agama karena kita berasal dari satu turunan,” ujar Ralahalu.
Ia mengatakan, nilai persaudaraan tersebut perlu diwariskan kepada generasi muda agar mereka memahami identitas dan akar budaya Maluku.
Ralahalu menilai, lemahnya pemahaman terhadap adat dan budaya menjadi salah satu faktor yang membuat sebagian anak muda mudah terlibat dalam perilaku negatif, termasuk tawuran antarpelajar.
“Kalau anak-anak dibekali dengan budaya dan adat istiadat kita yang baik, saya kira hal-hal seperti tawuran tidak akan terjadi,” katanya.
Menurutnya, pendidikan karakter tidak cukup hanya mengandalkan pembelajaran akademik. Nilai budaya lokal harus menjadi bagian penting dalam membentuk karakter generasi muda agar mampu menghargai sesama, menjaga persaudaraan dan mempersiapkan diri menghadapi masa depan.
Ralahalu berharap penguatan budaya Maluku dapat melahirkan generasi yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga karakter kuat dan rasa tanggung jawab terhadap daerah.
Ia bahkan optimistis generasi muda Maluku memiliki potensi untuk tampil sebagai pemimpin di tingkat nasional.
“Siapa tahu dari Maluku ada yang menjadi menteri, menjadi Panglima TNI, Kepala Staf Angkatan Darat dan pemimpin-pemimpin lainnya,” ujarnya.
Karena itu, Ralahalu mendorong agar nilai-nilai persaudaraan yang diwariskan leluhur tidak berhenti sebagai simbol budaya, tetapi benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam pendidikan dan pembinaan generasi muda Maluku.
Redaksi Pelita Maluku. - Ais Fasse
Sumber : https://pelitamaluku.com/karel-ralahalu-budaya-gandong-harus-jadi-benteng-generasi-muda-maluku-detail-464147