JAKARTA — Persoalan lahan menjadi salah satu pekerjaan yang harus dituntaskan sebelum pembangunan fisik Proyek LNG Abadi Masela bergerak penuh.
Di atas area 662 hektare, pemerintah mencatat ribuan objek dan ratusan warga harus mendapat kepastian atas hak mereka.
Pemerintah Provinsi Maluku bersama pemerintah pusat kini mempercepat proses appraisal dan verifikasi data sebagai dasar pembayaran ganti untung kepada masyarakat terdampak.
Langkah itu dibahas dalam rapat percepatan pelaksanaan operasional PSN Pengembangan Lapangan Abadi Wilayah Kerja Masela yang dipimpin Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung bersama Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa di Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (30/9/2026).
Data sementara hasil pendataan Pemerintah Provinsi Maluku, Timdu, dan Satgas menunjukkan terdapat 556 pemilik kebun dengan 7.048.439 tanam tumbuh. Selain itu, tercatat tiga rumah tinggal permanen dan 479 rumah kebun atau walang.
Besarnya data terdampak membuat proses verifikasi menjadi krusial. Pemerintah tidak ingin pembayaran hak masyarakat dilakukan berdasarkan data yang keliru atau tidak lengkap.
Karena itu, KJPP diperintahkan mempercepat penilaian terhadap sisa lahan yang belum terakomodasi. Hasil appraisal dan verifikasi tersebut akan menjadi dasar penetapan besaran ganti untung.
Gubernur Hendrik Lewerissa mengatakan Pemprov Maluku menargetkan Surat Keputusan mengenai nominal ganti untung lahan dan tanaman segera diterbitkan. Pembayaran ditargetkan tuntas pada minggu kedua Oktober.
“Data harus benar, proses harus transparan, dan masyarakat harus memperoleh haknya secara tepat,” kata Hendrik.
Menurutnya, penyelesaian hak warga bukan sekadar urusan administratif. Kepastian tersebut dibutuhkan agar pembangunan fisik proyek dapat berjalan setelah groundbreaking tanpa menyisakan persoalan di lapangan.
Pemprov Maluku akan memperkuat koordinasi dengan Kementerian ESDM, SKK Migas, INPEX Masela Ltd., Pemkab Kepulauan Tanimbar, dan pihak terkait lainnya.
Hendrik berharap percepatan Blok Masela memberi dampak lebih luas bagi Maluku, terutama masyarakat Kepulauan Tanimbar melalui investasi, lapangan kerja, dan aktivitas ekonomi lokal.
“Kita ingin Blok Masela menjadi momentum besar bagi kemajuan Maluku,” tegasnya.
AIS FASSE - REDAKSI PELITA MALUKU
Sumber : https://pelitamaluku.com/lewerissa-kejar-penyelesaian-7-juta-tanaman-warga-terdampak-block-marsela-detail-464833