Patty Mengajak Warga Binaan Lapas Wahai Untuk Membuka Hati dan Menerima Kebenaran

Patty Mengajak Warga Binaan Lapas Wahai Untuk Membuka Hati dan Menerima Kebenaran

Ambon, Pelita Maluku – Warga binaan Kristiani di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai mengikuti ibadah pembinaan kerohanian yang berlangsung di Gereja Ebenhaezer Lapas Wahai, Minggu (14/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi sarana penguatan spiritual sekaligus membangun harapan baru bagi warga binaan dalam menjalani masa pembinaan.

Ibadah dipimpin oleh Majelis Jemaat, Diaken J. Patty, dengan renungan yang diambil dari Kisah Para Rasul 16:13–18. Firman yang disampaikan menekankan kuasa Tuhan dalam menghadirkan pemulihan, pertobatan, dan perubahan hidup bagi setiap orang yang membuka hati menerima kebenaran.

Dalam khotbahnya, Patty mengajak warga binaan untuk meneladani keteguhan iman Rasul Paulus yang tetap setia memberitakan kebenaran meski menghadapi berbagai tantangan. Menurutnya, kisah pembebasan seorang hamba perempuan dari roh tenungan menggambarkan bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk melepaskan diri dari belenggu masa lalu dan memulai kehidupan yang lebih baik.

“Kami mengajak Warga Binaan untuk memahami perjalanan pelayanan Rasul Paulus yang tetap setia menyampaikan kebenaran Tuhan meskipun menghadapi berbagai tantangan. Kisah ini menjadi penguatan bahwa iman, keteguhan hati, dan ketaatan dapat menjadi dasar dalam menjalani setiap proses kehidupan,” ujar Patty.

Suasana ibadah berlangsung khusyuk dan penuh sukacita. Para warga binaan tampak mengikuti seluruh rangkaian ibadah dengan antusias sebagai bagian dari proses pembinaan yang tidak hanya menyentuh aspek fisik, tetapi juga mental dan spiritual.

Kepala Lapas Kelas III Wahai, Tersih Victor Noya, mengatakan pembinaan kerohanian merupakan bagian penting dalam pembentukan karakter warga binaan. Menurutnya, keberhasilan pembinaan tidak hanya diukur dari keterampilan yang diperoleh, tetapi juga dari perubahan sikap dan cara pandang dalam menjalani kehidupan.

“Pembinaan tidak hanya berfokus pada keterampilan dan kedisiplinan, tetapi juga menyentuh aspek mental dan spiritual. Melalui kegiatan seperti ini, Warga Binaan diharapkan memperoleh penguatan nilai-nilai kehidupan dan motivasi untuk terus memperbaiki diri,” kata Tersih.

Hal senada disampaikan Kepala Subseksi Pembinaan Lapas Wahai, Merpaty Susana Mouw. Ia menjelaskan bahwa kegiatan keagamaan yang dilaksanakan secara rutin merupakan bagian dari program pembinaan kepribadian yang bertujuan membentuk pribadi yang lebih tenang, positif, dan siap kembali ke tengah masyarakat.

“Kegiatan kerohanian tidak hanya menjadi sarana mendekatkan diri kepada Tuhan, tetapi juga membantu membangun ketenangan batin serta pola pikir yang lebih positif dalam menjalani masa pembinaan,” ujarnya.

Melalui pembinaan kerohanian yang berkelanjutan, Lapas Wahai berharap warga binaan mampu melakukan refleksi diri, memperkuat komitmen untuk berubah, serta mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih baik saat kembali berintegrasi dengan keluarga dan masyarakat setelah menyelesaikan masa pidana.


Redaksi Pelita Maluku - Ais Fasse

Sumber : https://pelitamaluku.com/patty-mengajak-warga-binaan-lapas-wahai-untuk-membuka-hati-dan-menerima-kebenaran-detail-463352