Ambon, Pelita Maluku — Kepala SLB Negeri Kota Ambon, Padil Sarip Mako, menegaskan bahwa Training of Trainer (TOT) Pengajar Al-Qur’an Isyarat 2025 bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi bentuk pengimbasan ilmu agar para peserta dapat menerapkannya di daerah masing-masing demi pemerataan akses pendidikan agama bagi anak tunarungu.
“Melalui TOT ini, para guru dan orang tua dapat memahami metode pengajaran Al-Qur’an menggunakan bahasa isyarat sehingga peserta didik tunarungu bisa memperoleh pembelajaran agama secara setara,” ujar Padil usai kegiatan.
Program ini menghadirkan instruktur pusat serta alumni pelatihan COC yang telah tersertifikasi, sehingga materi yang diberikan bersifat teknis, aplikatif, dan siap langsung diterapkan di sekolah maupun lingkungan keluarga.
Pelatihan tersebut mendapat respons positif dari peserta, orang tua, dan guru pendamping.
• Masita, peserta dari Kisar, berharap materi yang diperoleh dapat dimanfaatkan untuk mendampingi anak-anak tuli belajar Al-Qur’an secara mandiri.
• Hajifa, salah satu orang tua siswa, menilai kegiatan ini membantu mereka memahami cara mengajarkan Al-Qur’an kepada anak disabilitas.
• Fitra Aswadi, guru SLB Negeri Batu Merah, mengapresiasi pelatihan karena penyampaian materi mudah dipahami oleh peserta didik tunarungu maupun orang tua.
Penyelenggara berharap TOT Al-Qur’an Isyarat menjadi langkah awal perluasan pembelajaran agama berbasis bahasa isyarat di seluruh wilayah Provinsi Maluku, bukan hanya terbatas di Kota Ambon.
REDAKSI PELITA MALUKU - AIS