Ambon, Pelita Maluku – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon terus memperkuat tata kelola Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di seluruh puskesmas guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Langkah tersebut tidak hanya memberi keleluasaan bagi puskesmas dalam mengelola keuangan, tetapi juga dibarengi dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) agar mampu menjalankan sistem BLUD secara profesional, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan yang cepat serta efektif.
Kepada wartawan di Balai Kota Ambon, Jumat (17/07/2026) Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon, dr. Johan Stefanus Norimarna, mengatakan penguatan SDM menjadi fokus utama setelah status BLUD diterapkan di seluruh puskesmas. Sebelumnya, penerapan BLUD telah lebih dulu dilakukan di Puskesmas Hutumuri dan Klinik Mata Kota Ambon sekitar dua tahun lalu, sedangkan 21 puskesmas lainnya resmi berstatus BLUD sejak Oktober tahun lalu.
Menurut Johan, status BLUD memberikan kewenangan lebih besar kepada setiap puskesmas dalam mengelola keuangan secara mandiri, menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, hingga melakukan pengadaan kebutuhan pelayanan kesehatan dengan mekanisme yang lebih cepat sesuai ketentuan.
Namun, ia mengakui implementasi BLUD masih menghadapi tantangan, terutama pada aspek kompetensi SDM. Sebagian besar pegawai puskesmas merupakan tenaga kesehatan seperti dokter, bidan, dan perawat yang belum memiliki pengalaman dalam pengelolaan administrasi dan keuangan berbasis BLUD.
"Kami terus melakukan sosialisasi dan pendampingan karena sebagian besar SDM di puskesmas adalah tenaga kesehatan. Mereka belum terbiasa mengelola administrasi dan keuangan BLUD, sehingga perlu diberikan pemahaman secara bertahap agar mampu menjalankan sistem ini dengan baik," ujar Johan.
Ia menjelaskan, proses adaptasi tersebut merupakan bagian penting dalam membangun tata kelola yang lebih baik. Seiring meningkatnya kemampuan SDM, setiap puskesmas diharapkan mampu mengelola anggaran secara mandiri sehingga pelayanan kepada masyarakat menjadi semakin efisien.
Lebih jauh, Johan menegaskan bahwa kemandirian pengelolaan keuangan akan membuka peluang bagi puskesmas untuk mengembangkan berbagai layanan kesehatan sesuai kebutuhan masyarakat. Puskesmas juga dapat merencanakan pengadaan alat kesehatan, bahan medis, hingga menghadirkan layanan pemeriksaan baru tanpa harus menunggu proses birokrasi yang panjang.
"Yang terpenting adalah puskesmas memiliki kemampuan mengelola anggaran secara baik. Dengan begitu mereka bisa mengembangkan pelayanan, menjalin kerja sama, melakukan pengadaan sendiri, hingga menghadirkan layanan-layanan baru yang dibutuhkan masyarakat tanpa harus selalu bergantung pada mekanisme yang panjang," katanya.
Pemkot Ambon optimistis penguatan kapasitas SDM yang dilakukan secara berkelanjutan akan menjadikan seluruh puskesmas BLUD semakin mandiri dan profesional. Melalui transformasi tersebut, pemerintah berharap pelayanan kesehatan dasar di Kota Ambon menjadi lebih cepat, transparan, berkualitas, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara optimal.
Redaksi Pelita Maluku - Ais Fasse
Sumber : https://pelitamaluku.com/pemkot-ambon-percepat-transformasi-23-puskesmas-blud-sdm-jadi-kunci-layanan-berkualitas-detail-463828