Ambon, Pelita Maluku - Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (DPD PIKI) Maluku memastikan keikutsertaannya dalam Kongres Nasional VII PIKI yang berlangsung pada 30 April hingga 2 Mei 2026 di Jakarta, dengan membawa satu pesan kuat: anak daerah harus menjadi pelaku utama, bukan sekadar penonton pembangunan di tanahnya sendiri.
Ketua DPD PIKI Maluku, Prof. Dr. Richard Luhulima, memimpin delegasi yang terdiri dari Dr. Dian Sutiksno sebagai peserta, serta Dr. Nova Lewaherilla dan Samy Jacobs sebagai peninjau. Kehadiran mereka tidak hanya bersifat seremonial, tetapi diarahkan untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat Maluku dalam forum nasional tersebut.
Sekretaris DPD PIKI Maluku, Dr. Abraham Mariwy, menegaskan kongres ini menjadi momentum strategis untuk menyuarakan keterlibatan sumber daya manusia (SDM) lokal dalam berbagai agenda pembangunan nasional, khususnya proyek-proyek besar yang berlangsung di Maluku.
“Ini bukan sekadar kehadiran organisasi, tetapi upaya memastikan masyarakat lokal mendapat ruang yang adil dalam pembangunan,” kata Abraham dalam keterangannya di Ambon.
Isu utama yang dibawa adalah peningkatan peran SDM lokal dalam Proyek Strategis Nasional, seperti pengembangan Maluku Integrated Port (MIP) dan pengelolaan Blok Masela. Menurutnya, pembangunan tidak boleh hanya berorientasi pada eksploitasi sumber daya alam, tetapi harus memberi dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat setempat.
Ia menekankan, generasi muda Maluku harus dipersiapkan menjadi pelaku utama melalui peningkatan kapasitas, keterampilan, dan akses terhadap peluang kerja.
“Pembangunan yang baik harus memberi nilai tambah bagi orang Maluku. SDM lokal harus menjadi penggerak utama, bukan hanya penonton dari kemajuan yang terjadi,” ujarnya.
Selain membawa gagasan ke forum kongres, DPD PIKI Maluku juga menyiapkan langkah konkret dengan merencanakan audiensi ke Direktorat Jenderal di lingkungan Kementerian Perindustrian RI. Pertemuan ini ditujukan untuk mendorong program pemberdayaan masyarakat, penguatan UMKM, serta pelatihan bagi generasi muda yang disesuaikan dengan kebutuhan industri.
PIKI Maluku juga akan meminta dukungan Dewan Pimpinan Pusat PIKI untuk memfasilitasi pertemuan dengan kementerian dan lembaga terkait lainnya, guna memperkuat sinergi pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Melalui partisipasi ini, PIKI Maluku berharap Kongres Nasional VII tidak hanya melahirkan rekomendasi di atas kertas, tetapi juga kebijakan konkret yang berpihak pada masyarakat daerah, sehingga anak-anak Maluku memiliki ruang yang setara untuk tumbuh dan memimpin di tanahnya sendiri.
Redaksi Pelita Maluku