Ambon, Pelita Maluku – Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, menekankan pentingnya peningkatan kompetensi digital guru sebagai bagian dari upaya menyiapkan generasi muda yang mampu bersaing di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat. Penegasan itu disampaikan saat menghadiri Roadshow Sosialisasi Program “Terpujilah Guru” yang digelar oleh [Telkomsel](https://www.telkomsel.com?utm_source=chatgpt.com) di Kota Ambon.
Dalam kegiatan yang diikuti para guru dari Ambon dan sejumlah wilayah sekitarnya tersebut, Bodewin menyampaikan apresiasi kepada Telkomsel karena telah menghadirkan program yang berfokus pada penguatan kapasitas tenaga pendidik di era digital.
“Atas nama Pemerintah Kota Ambon, kami menyampaikan terima kasih kepada Telkomsel yang telah memilih Ambon sebagai salah satu lokasi pelaksanaan kegiatan ini dan memberikan kesempatan kepada para guru untuk meningkatkan kapasitas serta kompetensinya,” kata Bodewin.
Menurutnya, transformasi digital yang terjadi di berbagai sektor kehidupan menuntut dunia pendidikan untuk bergerak lebih cepat dalam menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Karena itu, guru tidak hanya dituntut menguasai materi pembelajaran, tetapi juga harus memiliki kemampuan memanfaatkan teknologi digital secara efektif dalam proses belajar mengajar.
Bodewin menegaskan bahwa kualitas pendidikan sangat ditentukan oleh kualitas guru. Sarana dan prasarana yang memadai serta kurikulum yang baik tidak akan memberikan hasil maksimal tanpa didukung tenaga pendidik yang kompeten dan adaptif terhadap perubahan.
“Guru adalah ujung tombak pendidikan. Jika guru memiliki kompetensi yang baik dan terus berkembang, maka peserta didik yang dihasilkan juga akan mampu menjawab tantangan masa depan,” ujarnya.
Ia juga menyoroti perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang kini semakin luas digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, teknologi tersebut menghadirkan peluang besar untuk mendukung proses pembelajaran, namun juga membawa tantangan yang harus dipahami oleh para pendidik.
Karena itu, guru perlu memiliki literasi digital yang kuat agar mampu membimbing siswa memanfaatkan teknologi secara positif, produktif, dan bertanggung jawab. Selain meningkatkan kemampuan akademik, guru juga memiliki tugas menjaga agar perkembangan teknologi tidak mengikis nilai-nilai karakter, etika, dan budaya.
“Guru harus memahami teknologi informasi dan AI agar dapat membimbing anak-anak menggunakan teknologi dengan benar, sekaligus menjaga nilai dan karakter mereka di tengah derasnya arus digitalisasi,” tegasnya.
Bodewin turut mengingatkan bahwa masih terdapat tantangan pemerataan akses teknologi di sejumlah wilayah kepulauan di Maluku. Kondisi tersebut membuat peningkatan kompetensi digital guru menjadi semakin penting untuk memastikan kualitas pendidikan dapat berkembang secara merata.
Meski akses internet di Kota Ambon telah menjangkau seluruh wilayah, ia menilai penguatan kapasitas guru tetap menjadi kebutuhan mendesak agar pendidikan mampu mengikuti perkembangan global dan memanfaatkan teknologi sebagai instrumen peningkatan kualitas pembelajaran.
Melalui kegiatan tersebut, Bodewin berharap para peserta dapat memanfaatkan seluruh materi yang diberikan untuk meningkatkan kemampuan profesional dan menerapkannya dalam aktivitas belajar mengajar di sekolah masing-masing.
“Ini adalah kesempatan yang sangat baik untuk menambah wawasan dan keterampilan. Semoga ilmu yang diperoleh dapat memberikan manfaat nyata bagi peningkatan mutu pendidikan di Ambon dan Maluku,” pungkasnya.
Redaksi Pelita Maluku - Ais Fasse