AMBON, PELITA MALUKU — Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, Sadali Ie, meminta program pembangunan pertanian tidak berhenti pada rapat dan perencanaan, tetapi harus diterjemahkan menjadi langkah konkret yang berdampak langsung bagi produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.
Pesan itu disampaikan Sadali saat membuka Rapat Koordinasi Tindak Lanjut Program Pertanian Provinsi Maluku di Kantor Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Provinsi Maluku, Ambon, Rabu (2/9/2026).
Sadali menegaskan, penguatan sektor pertanian menjadi bagian penting dalam mewujudkan swasembada pangan, hilirisasi komoditas unggulan, pengentasan kemiskinan, penurunan pengangguran, dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Namun, menurutnya, pembangunan pertanian di Maluku tidak bisa menggunakan pola yang seragam. Kondisi geografis sebagai daerah kepulauan menuntut setiap program disesuaikan dengan karakter dan potensi masing-masing kabupaten/kota.
“Kita tidak dapat memaksakan seluruh program atau langkah yang sama untuk diterapkan di semua wilayah kabupaten/kota. Setiap daerah memiliki karakteristik yang berbeda-beda,” kata Sadali.
Selain persoalan produktivitas, pemerintah juga diminta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi perubahan iklim, termasuk potensi El Nino yang dapat mengganggu sektor pertanian.
Sejumlah langkah telah diarahkan kepada pemerintah kabupaten/kota, mulai dari pemetaan wilayah rawan kekeringan, penguatan sistem peringatan dini dan mitigasi, optimalisasi pengelolaan air irigasi, hingga percepatan tanam menggunakan varietas genjah dan tahan kekeringan.
Sadali juga meminta pola dan waktu tanam diperhatikan secara serius, terutama untuk komoditas yang berpengaruh terhadap inflasi daerah.
“Kita membutuhkan pemikiran dan langkah bersama, bagaimana memajukan sektor pertanian agar mampu meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap rapat koordinasi tersebut menghasilkan strategi yang jelas dan dapat segera dijalankan oleh seluruh pemangku kepentingan.
“Kami berharap diskusi hari ini dapat melahirkan langkah-langkah strategis dan konkret sebagai dasar dalam menangani berbagai persoalan sektor pertanian di Provinsi Maluku,” katanya.
Penguatan sektor pertanian diharapkan tidak hanya menjaga ketahanan pangan, tetapi juga membantu mengendalikan inflasi dan meningkatkan kontribusi sektor pertanian terhadap perekonomian Maluku.
Rapat tersebut turut dihadiri Asisten II Setda Maluku, pimpinan OPD Provinsi Maluku, kepala dinas pertanian kabupaten/kota, Kepala BRMP Maluku, pimpinan balai dan instansi teknis terkait, akademisi Fakultas Pertanian Universitas Pattimura, Kepala Stasiun Klimatologi Maluku, serta Kepala Bulog Maluku.
REDAKSI PELITA MALUKU - AIS FASSE
Sumber : https://pelitamaluku.com/sekda-maluku-minta-program-pertanian-tak-berhenti-di-rapat-harus-berujung-langkah-konkret-detail-464391