Ambon, Pelita Maluku – Wali Kota Ambon resmi melepas 64 tenaga kerja asal Kota Ambon untuk bekerja di Bali, Jumat (27/02/2026), di Unit Layanan Administrasi Pemkot Ambon. Pemberangkatan ini merupakan bagian dari kerja sama antar daerah dengan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart) sebagai langkah nyata menekan angka pengangguran.
Pelepasan tersebut dilakukan di tengah meningkatnya jumlah pencari kerja di Ambon yang belum sepenuhnya terserap di pasar kerja lokal. Keterbatasan sumber daya alam serta minimnya industri besar membuat perekonomian kota masih bertumpu pada sektor jasa, perdagangan, dan pariwisata.
Wali Kota menegaskan, pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan membuka lapangan kerja dalam skala besar secara langsung, selain formasi tenaga kontrak yang terbatas. Karena itu, membuka akses investasi serta memperluas kolaborasi dengan pihak swasta menjadi strategi yang dinilai paling realistis.
Kerja sama dengan Alfamart memberikan peluang bagi generasi muda Ambon untuk bekerja di industri ritel modern di luar daerah. Selain program ini, Pemkot Ambon juga tengah menjajaki kerja sama pelatihan tenaga kerja dengan pemerintah Jepang guna memperluas akses kerja ke luar negeri.
Wali Kota turut mengimbau pelaku usaha di Ambon agar memprioritaskan tenaga kerja ber-KTP Ambon sebagai bentuk tanggung jawab sosial terhadap warga setempat.
Branch Manager Alfamart Bali, Erwin Novianto, menjelaskan proses seleksi telah dilakukan di BPP Ambon pada 10 Februari 2026 dan diikuti 164 peserta. Dari jumlah tersebut, 88 orang dinyatakan lulus, terdiri dari 80 kru toko dan 8 helper.
Sebanyak 64 peserta yang telah melengkapi administrasi akan mengikuti pelatihan teknis pada 2–6 Maret di unit Alfamidi sebelum diberangkatkan ke Bali melalui jalur laut.
Menurut manajemen, tenaga kerja asal Ambon dinilai memiliki etos kerja dan daya tahan yang sesuai dengan kebutuhan industri ritel modern. Perusahaan menanggung seluruh biaya transportasi serta menyediakan fasilitas tempat tinggal berupa 60 unit mess yang akan diperluas hingga berkapasitas 1.000 orang pada akhir Mei 2026. Bagi karyawan yang memilih kos, diberikan subsidi Rp450.000 per bulan selama satu tahun.
Dari sisi pengembangan karier, lulusan SMA/SMK berpeluang naik jabatan menjadi staf atau kepala toko dalam waktu sekitar satu tahun, bergantung pada kinerja.
Perusahaan juga menargetkan merekrut kembali 200 tenaga kerja asal Ambon setelah Lebaran 2026 untuk memenuhi kebutuhan SDM di Bali.
Program ini menjadi salah satu langkah konkret kolaborasi pemerintah dan swasta dalam membuka akses kerja lebih luas bagi warga Ambon, sekaligus menekan angka pengangguran secara bertahap di ibu kota Provinsi Maluku.
Redaksi Pelita Maluku - Ais
Sumber : https://pelitamaluku.com/tekan-angka-pengangguran-wali-kota-ambon-lepas-64-tenaga-kerja-ke-bali-detail-461916