Ambon, Pelita Maluku — Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, menegaskan peran strategis gereja tidak berhenti pada pelayanan rohani, tetapi harus hadir nyata menjawab persoalan sosial dan ekonomi masyarakat. Penegasan itu disampaikannya saat membuka Persidangan Jemaat GPM Nehemia ke-42 di Gedung Gereja Nehemia, Minggu (25/1/2026).
Di hadapan ratusan peserta sidang, Bodewin menekankan pentingnya sinergi konkret antara pemerintah dan gereja di tengah tantangan kota yang kian kompleks, mulai dari tekanan ekonomi keluarga hingga persoalan lingkungan.
“Gereja tidak boleh hanya menjadi penonton. Kami berharap Jemaat GPM Nehemia tampil sebagai pelopor, terutama dalam pemberdayaan UMKM, menjaga kebersihan Teluk Ambon, dan memperkuat ketahanan pangan lokal,” kata Bodewin.
Menurutnya, persidangan jemaat harus melahirkan keputusan yang berdampak langsung pada kesejahteraan warga, bukan sekadar agenda organisasi tahunan.
Sejalan dengan itu, Ketua Majelis Jemaat GPM Nehemia, Pdt. Ny. M. Y. Mahulete, menyatakan bahwa jemaat telah menuntaskan program bantuan pendidikan dan kini mengalihkan fokus pada penguatan ekonomi keluarga sebagai prioritas utama tahun 2026.
“Kami ingin umat lebih tangguh secara ekonomi. Kehadiran Bapak Wali Kota memberi energi baru agar program jemaat berjalan seirama dengan kebijakan pemerintah daerah,” ujarnya.
Isu perlindungan generasi muda turut mengemuka. Mewakili Majelis Pekerja Klasis Pulau Ambon, Pdt. Ny. Ika Tuankota menyoroti ancaman penyakit sosial yang kian menggerus masa depan anak-anak dan pemuda. Ia menekankan pentingnya pendampingan, pembinaan karakter, serta bimbingan karier, termasuk kesiapan pemuda yang berminat mengabdi di TNI dan Polri.
Sebelumnya, Pdt. Ika memimpin ibadah pembukaan dengan pesan tegas agar gereja hadir sebagai ruang pemulihan bagi umat yang terdampak judi online, pinjaman online, hingga konflik keluarga.
Sementara itu, Ketua Panitia Sidang, Caroline Lestuny, melaporkan persidangan ke-42 ini diikuti 204 peserta yang terdiri dari Majelis Jemaat, utusan sektor, dan peserta luar biasa. Sektor Elroi sebagai tuan rumah dinilai berhasil mengoordinasikan pembukaan sidang dengan semangat kebersamaan.
Persidangan ditutup dengan komitmen bersama untuk memperkuat pelayanan gereja yang membumi, berangkat dari moto GPM: “Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberikan pertumbuhan.”
Redaksi Pelita Maluku - Ais