Walikota Ambon Soroti ASN Soal Target PAD yang Tidak Realistis

Walikota Ambon Soroti ASN Soal Target PAD yang Tidak Realistis

Ambon, Pelita Maluku  – Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena menyoroti persoalan klasik pengelolaan keuangan daerah yang kembali berulang hingga menyebabkan keterlambatan pembayaran hak ASN selama tiga bulan. 

Ia menegaskan, akar masalahnya bukan semata pada kekurangan dana, melainkan pada perencanaan anggaran yang tidak jujur dan tidak realistis.

Hal tersebut disampaikan Wattimena saat Apel Perdana bersama seluruh ASN Pemerintah Kota Ambon di Halaman Parkir Pemkot Ambon, Senin (05/01/2026).

“Bayangkan, tiga bulan. Dan ini bukan baru sekali terjadi. Hampir setiap tahun begini. Artinya kita harus jujur bertanya, di mana sebenarnya masalahnya,” tegas Wattimena di hadapan ASN.

Menurutnya, persoalan utama terletak pada penetapan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang terlalu tinggi, sementara kemampuan riil daerah tidak sebanding. Akibatnya, saat target tidak tercapai, pemerintah kebingungan memenuhi kewajiban belanja.

“Kalau pendapatan kita cuma sanggup 10, jangan bikin belanja 15. Selisih lima itu pasti jadi utang. Ini soal perencanaan, dan ini kesalahan kita sendiri,” ujarnya tajam.

Wattimena mengungkapkan, realisasi PAD Kota Ambon tahun 2025 hanya mencapai sekitar 80 persen. Dari total target ratusan miliar rupiah, belasan persen tidak tercapai, sehingga berdampak langsung pada kemampuan membayar kewajiban, termasuk Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) ASN yang tertunda hingga dua sampai tiga bulan.

Ia menegaskan, kondisi ini tidak boleh lagi dianggap sebagai hal biasa. Jika pola yang sama terus diulang, berarti pemerintah daerah tidak belajar dari kesalahan.

“Saya tidak mau kita terus jatuh di lubang yang sama setiap tahun. Akhir tahun semua stres, repot, bahkan sampai harus menjelaskan ke publik kenapa janji pembayaran tidak terpenuhi,” katanya.

Karena itu, Wattimena meminta jajaran pimpinan, mulai dari Sekretaris Kota hingga Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), melakukan penyesuaian sejak awal tahun anggaran, bukan di akhir.

“Kalau tahun depan masih terulang seperti ini, mohon maaf, berarti kita tidak layak dapat penilaian baik. Penyesuaian harus dilakukan di awal, supaya di akhir tahun tidak lagi terjadi kekacauan,” tegasnya.

Wattimena berharap seluruh ASN memahami bahwa disiplin perencanaan dan kejujuran dalam menetapkan target keuangan menjadi kunci agar krisis serupa tidak kembali terjadi di tahun-tahun mendatang.


Redaksi Pelita Maluku - Ais

Sumber : https://pelitamaluku.com/walikota-ambon-soroti-asn-soal-target-pad-yang-tidak-realistis-detail-461150