AMBON, PELITA MALUKU — Perjalanan panjang Matheos Berhitu dari seorang sopir angkot hingga menjadi atlet master yang berprestasi di arena internasional mendapat perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Maluku.
Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menyatakan dukungannya terhadap Matheos yang kini bersiap menghadapi 24H Bangkok International Championships di Bangkok, Thailand, September 2026.
Dukungan itu disampaikan Lewerissa saat menerima Matheos bersama Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Maluku Sandi A. Wattimena dan tim manajemennya di ruang kerja Gubernur Maluku, Kamis (27/8/2026).
Lewerissa menegaskan, atlet berprestasi yang membawa nama Maluku dan Indonesia di tingkat internasional harus mendapat perhatian dan pendampingan serius dari pemerintah.
“Saya mendukung atlet-atlet berprestasi tanpa terkecuali di Maluku. Begitu pun dengan saudara kita Matheos Berhitu. Saya dan masyarakat Maluku tentu bangga punya seorang seperti Matheos Berhitu,” kata Lewerissa.
Ia bahkan meminta Dispora Maluku melakukan pendampingan secara serius terhadap atlet-atlet berprestasi, termasuk Matheos.
“Saya minta Pak Kadis untuk mendampingi ketat atlet-atlet kita. Matheos juga harus diperhatikan dan kita terus mendukung. Pemerintah Provinsi Maluku mendukung,” tegasnya.
Lewerissa mengakui keterbatasan fiskal daerah menjadi tantangan dalam memberikan dukungan pembinaan olahraga. Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan komitmennya untuk membantu Matheos secara pribadi.
“Saya bantu untuk pembinaan secara pribadi, dipergunakan secara bijak untuk mengharumkan nama Maluku di kancah internasional,” ujarnya.
Dukungan tersebut datang setelah Matheos kembali menorehkan prestasi internasional. Pada 14th Sabah Masters Athletics Open Championships (SAMOC) 2026 di Kota Kinabalu, Malaysia, 12–14 Juni 2026, ia meraih medali emas nomor jalan cepat 5.000 meter kategori usia 50–54 tahun dengan catatan waktu 27 menit 08 detik.
Kepala Dispora Maluku Sandi A. Wattimena memastikan pihaknya akan menindaklanjuti arahan Gubernur dengan mengawal atlet-atlet berprestasi Maluku.
Menurut Sandi, cabang olahraga yang ditekuni Matheos belum terbentuk secara khusus di Maluku dan belum tercantum sebagai cabang olahraga di KONI Maluku. Namun, kondisi itu tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan atlet yang telah mengharumkan nama daerah di tingkat internasional.
“Kami di Dinas Pemuda dan Olahraga akan mengawal atlet-atlet kita. Kami mendukung Matheos dan selalu memberikan ruang,” kata Sandi.
Kini, Matheos kembali menghadapi tantangan besar di Bangkok. Setelah sukses di Malaysia, ia akan tampil dalam 24H Bangkok International Championships yang merupakan bagian dari Ultra Park Run Thailand.
Manajer Matheos, Muhammad Fahrul Kaisuku, mengatakan pihaknya juga tengah membangun citra Matheos sebagai “Manusia Super Indonesia”. Julukan itu merujuk pada perjalanan hidup dan konsistensinya menaklukkan berbagai tantangan di dunia atletik.
“Kami ingin menggambarkan semangat, daya juang, dan konsistensinya dalam membawa nama Indonesia di panggung internasional,” kata Fahrul.
Perjalanan Matheos memang tidak lahir dari kemewahan fasilitas. Ia pernah menjadi sopir angkot di Ambon sambil berlatih secara mandiri. Kariernya kemudian berkembang hingga menjadi atlet binaan Kodam XVI/Pattimura.
Sejumlah prestasi pun berhasil ditorehkannya, termasuk menjuarai Ultra Lintas Sumbawa 320 kilometer pada 2016 dan menempuh 2.234 kilometer melintasi Semenanjung Malaysia dalam Ultra Marathon Peninsula Malaysia pada 2021.
Kini di usia 53 tahun, Matheos kembali menatap panggung internasional. Bukan hanya mengejar prestasi pribadi, tetapi membawa nama Maluku dan Indonesia di lintasan Bangkok.
“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bapak Gubernur. Dukungan beliau menjadi semangat bagi saya untuk terus berprestasi dan membawa nama Maluku di kancah internasional,” ujar Matheos.
REDAKSI PELITA MALUKU - AIS FASSE