Ambon, Pelita Maluku – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Republik Indonesia, Ribka Haluk, menilai Provinsi Maluku menunjukkan kemajuan dalam berbagai sektor pembangunan. Salah satu indikator yang mendapat perhatian pemerintah pusat adalah mulai menurunnya angka kemiskinan di daerah tersebut.
Penilaian itu disampaikan Ribka saat melakukan kunjungan kerja ke Ambon dan menggelar pertemuan bersama Gubernur Maluku serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Kantor Gubernur Maluku, Kamis (4/6/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Wamendagri menegaskan bahwa pemerintah pusat terus melakukan pendampingan kepada pemerintah daerah, khususnya di kawasan Indonesia Timur, guna memastikan program pembangunan berjalan efektif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Atas nama Menteri Dalam Negeri, kami memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Maluku. Dari paparan yang disampaikan Bapak Gubernur, terlihat adanya percepatan pembangunan yang telah dilakukan. Tren angka kemiskinan dan sejumlah indikator pembangunan lainnya mulai menunjukkan penurunan,” kata Ribka.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi sinyal positif bahwa berbagai program pembangunan yang dijalankan pemerintah daerah mulai membuahkan hasil. Namun, ia mengingatkan agar upaya tersebut tidak berhenti dan terus diperkuat melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan.
Ribka menekankan bahwa percepatan pembangunan harus terus dilakukan untuk meningkatkan produktivitas daerah, memperluas peluang ekonomi masyarakat, serta mendorong kesejahteraan yang lebih merata di seluruh wilayah Maluku.
Selain menyoroti perkembangan pembangunan, Wamendagri juga menyatakan dukungan Kementerian Dalam Negeri terhadap perjuangan Pemerintah Provinsi Maluku dalam mendorong percepatan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Daerah Kepulauan yang saat ini tengah dibahas di DPR RI.
“Kami akan melakukan pendampingan dan koordinasi sesuai kewenangan yang ada agar aspirasi daerah dapat terus diperjuangkan,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Maluku menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap berbagai persoalan pembangunan di daerahnya. Ia mengakui bahwa tantangan yang dihadapi Maluku masih cukup besar, namun optimisme harus terus dijaga agar pembangunan tetap berjalan.
“Kita menyadari bahwa kondisi yang dihadapi saat ini bukanlah kondisi yang mudah. Tantangan pembangunan cukup besar, tetapi kita tidak boleh menyerah. Kita harus terus bekerja keras, berkolaborasi, dan bersinergi dengan semua pihak,” tegas Gubernur.
Gubernur juga menyambut baik komitmen Kementerian Dalam Negeri untuk memberikan asistensi dan pendampingan kepada daerah-daerah di kawasan timur Indonesia, termasuk Maluku.
Dalam pertemuan tersebut turut dibahas sejumlah isu strategis daerah, salah satunya penanganan dampak bencana di Kabupaten Maluku Tengah. Pemerintah Provinsi Maluku berkomitmen memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten guna memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat ditangani secara cepat dan tepat.
Redaksi Pelita Maluku - Ais Fasse