Warga Jesirah Leihitu Keluhkan Kelangkaan Minyak Tanah

Warga Jesirah Leihitu Keluhkan Kelangkaan Minyak Tanah

Jesirah Leihitu, Pelita Maluku – Warga di kawasan Jesirah Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, kembali dihadapkan pada krisis Bahan Bakar Minyqk dalam hal ini minyak tanah. 

Bahan bakar rumah tangga itu kini sulit diperoleh, sementara harga di tingkat pengecer melonjak naik hingga Rp30.000 per 5 liter. Keluhan ini disampaikan Saadiah, salah satu warga Jesirah Leihitu, kepada Pelita Maluku, Rabu (14/01/2026). 

Ia mengatakan, kondisi ini sudah berlangsung cukup lama dan kini semakin memberatkan masyarakat kecil di Jesirah Leihitu.

“Sekarang lima liter sudah Rp30 ribu. Padahal sebelumnya masih Rp20 ribu per liter. Bukan hanya mahal, tapi juga susah dapatnya,” ujar Saadiah.

Menurutnya, kelangkaan Mitan bukan disebabkan pasokan dari luar daerah, melainkan diduga akibat permainan distribusi di tingkat agen. 

Minyak tanah yang seharusnya disalurkan ke masyarakat Jesirah Leihitu justru diduga dijual kembali kepada pengecer di Pulau Seram.

“Setiap kali minyak datang, agen bilang habis. Tapi kenyataannya mereka serahkan lagi ke pengecer untuk dibawa ke Seram. Warga di sini malah tidak kebagian,” katanya.

Akibat praktik itu, harga minyak tanah di tingkat masyarakat terus merangkak naik. Dari Rp20 ribu per liter, kini berkisar antara Rp25 ribu hingga Rp30 ribu, membuat banyak keluarga harus mengurangi penggunaan atau mencari alternatif lain yang tidak selalu aman.

“Kalau harga naik tapi barang ada, mungkin masih bisa diterima. Ini harga naik, tapi barang justru langka. Itu yang bikin masyarakat makin terjepit,” tegas Saadiah.

Warga berharap pemerintah provinsi Maluku dan aparat terkait segera turun tangan mengawasi distribusi minyak tanah di Jesirah Leihitu. Karena akuinya, Tanpa pengawasan yang tegas, kelangkaan dan lonjakan harga dikhawatirkan akan terus berulang, sementara masyarakat kecil menjadi pihak yang paling dirugikan.


Redaksi Pelita Maluku - Ais 




Sumber : https://pelitamaluku.com/warga-jesirah-leihitu-keluhkan-kelangkaan-minyak-tanah-detail-461237