PAN Maluku Dilantik, Zulhas dan Lewerissa Dorong Politik Persatuan dan Perjuangan Daerah Kepulauan
AMBON, PELITA MALUKU — Kepengurusan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) se-Maluku periode 2024–2029 resmi dilantik di Ambon, Rabu (2/9/2026).
Pelantikan berlangsung di lantai 5 Hotel Santika Ambon dan dilakukan langsung Ketua Umum DPP PAN, Zulkifli Hasan. Hadir dalam kegiatan tersebut Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Wakil Gubernur Abdullah Vanath, Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena, anggota DPR RI dari PAN Widya Murad Ismail, mantan Gubernur Maluku Murad Ismail, Bupati Kepulauan Tanimbar Ricky Jauwerissa,, Bupati Maluku Tengah, serta jajaran pengurus dan kader PAN.
Dalam sambutannya, Zulkifli Hasan menegaskan PAN memilih politik yang terbuka dan tidak menjadikan perbedaan pilihan sebagai alasan untuk memecah persaudaraan.
“Berbeda partai tidak berarti berbeda persaudaraan,” tegas Zulkifli.
Ia mengajak seluruh kader PAN membangun politik yang mengedepankan persatuan, saling menghormati dan bekerja untuk kepentingan masyarakat. Menurutnya, kompetisi politik harus diarahkan untuk menghasilkan manfaat nyata bagi rakyat.
Zulkifli juga meminta PAN Maluku ikut mendukung pemerintah daerah agar program pembangunan berjalan sukses.
Sementara itu, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menekankan pentingnya politik yang mempersatukan.
Menurutnya, perbedaan partai dan strategi politik merupakan bagian dari demokrasi, tetapi kecintaan terhadap Indonesia dan Maluku harus tetap menjadi titik temu.
“Berbeda partai tidak berarti berbeda persaudaraan, berbeda pilihan politik tidak berarti berbeda tujuan kebangsaan,” ujar Lewerissa.
Ia juga menyoroti perjuangan RUU Daerah Kepulauan yang saat ini berproses di DPR RI. Lewerissa meminta dukungan PAN dan seluruh anggota legislatif untuk mengawal regulasi tersebut hingga menjadi undang-undang.
Menurutnya, karakter Maluku sebagai wilayah kepulauan membutuhkan kebijakan pembangunan yang adil, mengingat tingginya biaya logistik, transportasi dan pelayanan publik dibandingkan wilayah kontinental.
“Laut bukan pemisah, melainkan penghubung. Pulau-pulau kecil bukan wilayah pinggiran, tetapi bagian strategis dari NKRI,” katanya.
Ketua DPW PAN Maluku, Widya Murad Ismail, menegaskan pelantikan bukan sekadar seremoni organisasi, tetapi momentum memperkuat pengabdian politik kepada masyarakat.
Ia meminta seluruh kader menjadikan PAN sebagai rumah bersama bagi masyarakat dan memperkuat struktur hingga tingkat akar rumput.
“PAN harus hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat sesuai dengan slogan kita, bantu rakyat,” ujar Widya.
Widya juga menekankan pentingnya penguatan sektor pangan di Maluku.
Ia berharap kebijakan pemerintah pusat semakin memperhatikan kondisi geografis Maluku agar petani, nelayan dan pelaku usaha pangan lokal mendapat manfaat yang lebih besar.
Pelantikan tersebut menjadi momentum bagi PAN Maluku untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menegaskan komitmennya memperjuangkan kepentingan masyarakat dan pembangunan daerah kepulauan.
REDAKSI PELITA MALUKU - AIS FASSE
English









adalah media online yang hadir sebagai sumber informasi terpercaya tentang dinamika Maluku dan kawasan Indonesia Timur. Berdiri deng




