17 Pejabat Eselon II Ambon Ditantang Buktikan PKN II dengan Inovasi Nyata
Ambon, Pelita Maluku – Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II bukan sekadar ruang untuk mengejar kelulusan dan sertifikat. Sebanyak 17 pejabat eselon II Pemerintah Kota Ambon ditantang membuktikan hasil pelatihan melalui inovasi yang mampu menjawab persoalan masyarakat dan memperbaiki kualitas pelayanan publik.
Tantangan itu disampaikan Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisutta, saat menghadiri pembukaan PKN Tingkat II Angkatan XXVIII Tahun 2026 di Gedung Sasana Widya Praja, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Jawa Tengah, Senin (3/8/2026).
“Jangan hanya mengejar kelulusan atau sertifikat. Yang lebih penting adalah bagaimana ilmu, pengalaman, dan jejaring yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan untuk menghadirkan inovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” tegas Ely.
Menurutnya, 17 pejabat yang mengikuti PKN II memiliki tanggung jawab lebih besar setelah kembali menjalankan tugas di lingkungan Pemkot Ambon. Pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan harus diterjemahkan menjadi kebijakan, terobosan, dan perbaikan kinerja birokrasi.
Ely menilai tantangan pemerintahan saat ini semakin kompleks. Birokrasi tidak cukup hanya bekerja berdasarkan rutinitas, tetapi dituntut mampu membaca perubahan, mencari solusi, serta menghadirkan pelayanan yang lebih cepat, efektif dan berpihak pada kebutuhan masyarakat.
“Manfaatkan seluruh proses pembelajaran dengan sungguh-sungguh. Jadikan pelatihan ini sebagai ruang untuk memperluas wawasan, memperkuat kompetensi, dan membangun cara berpikir yang lebih inovatif dalam menjalankan tugas pemerintahan,” ujarnya.
Ia berharap para peserta tidak pulang hanya membawa pengalaman mengikuti pendidikan kepemimpinan. Lebih dari itu, mereka harus mampu membawa gagasan yang bisa diterapkan untuk mempercepat pembangunan dan menyelesaikan persoalan pelayanan publik di Kota Ambon.
“Saya berharap, sepulang dari pelatihan nanti, Saudara-saudara mampu menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan memberi kontribusi nyata terhadap peningkatan kinerja Pemerintah Kota Ambon,” katanya.
Ely juga mengingatkan bahwa peningkatan kapasitas kepemimpinan harus berjalan seiring dengan integritas. Para peserta diminta menjaga disiplin, mematuhi seluruh ketentuan penyelenggara, serta membangun jejaring dan kerja sama dengan peserta dari berbagai daerah.
“Saudara membawa nama baik Pemkot Ambon. Tunjukkan sikap yang profesional, berintegritas, disiplin, serta mampu membangun jejaring yang nantinya dapat memberikan manfaat bagi daerah,” tegasnya.
PKN Tingkat II Angkatan XXVIII Tahun 2026 diselenggarakan BPSDMD Provinsi Jawa Tengah mulai 3 Agustus hingga 11 Desember 2026. Pelaksanaan kegiatan mengacu pada surat Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia Nomor 3745/D.3/PDP.07.1 tertanggal 20 Juli 2026 tentang informasi kepesertaan PKN Tingkat II Angkatan XXVIII Tahun 2026.
Pembukaan kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan doa dan laporan Kepala BPSDMD Provinsi Jawa Tengah. Agenda kemudian dilanjutkan dengan sambutan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Dalam Negeri, Kepala Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia, serta Gubernur Jawa Tengah yang secara resmi membuka pelaksanaan pelatihan.
Rangkaian pembukaan ditutup dengan penyematan tanda peserta dan pembacaan pakta integritas sebagai komitmen peserta mengikuti seluruh tahapan pembelajaran hingga selesai.
Dengan waktu pelatihan lebih dari empat bulan, 17 pejabat Pemkot Ambon kini dituntut tidak sekadar menyelesaikan pendidikan kepemimpinan. Tantangan sebenarnya adalah memastikan ilmu yang diperoleh mampu berubah menjadi kebijakan dan inovasi yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Redaksi Pelita Maluku - Ais Fasse
Indonesia
English
Belum Ada Komentar