Dukung Sirkuit Permanen, Patrick: Jangan Salah Pilih Lokasi
Ambon, Pelita Maluku – Wakil Ketua DPRD Kota Ambon, Patrick Moenandar, mendukung rencana pembangunan sirkuit balap permanen di Kota Ambon. Namun, ia meminta Pemerintah Kota Ambon tidak terburu-buru menentukan lokasi.
Menurut Patrick, pembangunan sirkuit bukan sekadar menyediakan arena balap, tetapi harus menjadi investasi jangka panjang yang mampu menggerakkan olahraga, pariwisata, UMKM, lapangan kerja hingga meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Prinsipnya kami mendukung pembangunan sirkuit permanen. Tetapi semua aspek harus diperhatikan secara komprehensif, terutama soal lokasi,” kata Patrick kepada wartawan di ruang kerjanya Selasa (18/8/2026).
Sorotan Patrick tertuju pada rencana lokasi di Dusun Riang, Desa Tawiri, Kecamatan Teluk Ambon. Ia menilai kawasan tersebut masih perlu dikaji, terutama dari sisi potensi wisata dan aksesibilitas.
Menurutnya, kondisi jalan menuju kawasan Tanah Putih yang relatif kecil perlu menjadi perhatian serius jika nantinya sirkuit digunakan untuk event besar yang mendatangkan pembalap dan penonton dari luar daerah.
“Kalau untuk sebuah sirkuit balap, lokasinya harus berdekatan dengan wilayah yang memiliki potensi wisata. Sementara potensi wisata di sekitar Dusun Riang, Tawiri masih kurang dan akses ke Tanah Putih jalannya kecil. Baiknya rencana ini dikaji lagi,” tegasnya.
Patrick memperkirakan pembangunan sirkuit permanen membutuhkan lahan sekitar 3 hingga 5 hektare. Karena itu, ia mendorong Pemkot Ambon membuka opsi pemanfaatan tanah ulayat negeri melalui skema kerja sama yang disepakati bersama.
“Kuncinya komunikasi dan duduk bersama. Dengan niat yang baik, saya yakin pasti ada jalan keluarnya,” ujarnya.
Ia juga mengusulkan agar Pemkot Ambon melibatkan Upulatu dan Inalatu se-Kota Ambon untuk membahas alternatif lokasi yang paling strategis.
Patrick menegaskan, sirkuit permanen harus memberikan dampak ekonomi yang nyata. Kedatangan pembalap dan penonton dari luar daerah dinilai dapat menggerakkan sektor kuliner, penginapan, transportasi, UMKM hingga usaha pendukung otomotif.
“Jangan karena tidak ada tanah lalu diputuskan akan dibangun di lokasi yang potensi pariwisatanya kurang. Pemkot bisa undang raja-raja untuk bicara dan menentukan lokasi terbaik,” tegas Patrick.
Ia memastikan Fraksi Perindo tetap mendukung pembangunan sirkuit permanen. Namun, dukungan tersebut harus dibarengi perencanaan matang agar sirkuit benar-benar menjadi kebanggaan olahraga sekaligus penggerak ekonomi Kota Ambon.
Redaksi Pelita Maluku - Ais Fasse
Indonesia
English
Belum Ada Komentar