Bidik Laba Rp250 Miliar, Dirut Bank Maluku-Malut Ingatkan Bahaya Fraud dan Judi Online
AMBON, PELITA MALUKU — PT Bank Maluku-Malut membidik laba di atas Rp250 miliar hingga akhir 2026. Di tengah target pertumbuhan bisnis tersebut, Direktur Utama PT Bank Maluku - Malut, Syahrizal Imbar menegaskan pentingnya penguatan tata kelola, percepatan digitalisasi, efisiensi, dan pencegahan kecurangan atau fraud.
Hal itu disampaikan Syahrizal dalam syukuran HUT ke -65 Bank Maluku - Malut yang berlangsung di lantai 4 Kantor Bank Maluku-Malut, Senin (26/10/2026).
Syahrizal mengatakan, bank yang dipimpinnya pernah menghadapi tekanan berat saat pandemi Covid-19. Ketika itu, kebijakan relaksasi kredit memberikan ruang bagi nasabah untuk menunda pembayaran sesuai ketentuan yang berlaku, sehingga pendapatan perbankan turut menghadapi tantangan.
Namun, menurut dia, Bank Maluku-Malut mampu melewati masa sulit tersebut dengan capaian laba di atas Rp200 miliar. Untuk 2026, ia berharap kinerja perusahaan kembali tumbuh dan menembus Rp250 miliar.
Di sisi lain, persaingan industri perbankan semakin ketat. Bank tidak hanya berhadapan dengan lembaga keuangan konvensional, tetapi juga perusahaan teknologi finansial seperti GoPay, OVO, DANA, dan layanan digital lainnya.
Karena itu, Syahrizal mendorong peningkatan kualitas mobile banking yang direncanakan ditingkatkan menjadi super app. Menurutnya, pengembangan teknologi harus diikuti peningkatan penggunaan oleh nasabah agar investasi digital benar-benar memberikan manfaat.
Namun, ia mengingatkan bahwa pertumbuhan bisnis dan digitalisasi tidak akan berarti apabila tata kelola perusahaan lemah.
Syahrizal menekankan pentingnya penguatan sistem teknologi informasi, fraud detection system, serta pengujian ketahanan terhadap serangan peretas dan pelaku kejahatan digital.
Ia juga menyoroti judi online sebagai salah satu faktor risiko yang dapat memicu persoalan keuangan dan mendorong perilaku menyimpang. Karena itu, pimpinan diminta mengenali kondisi karyawan melalui pendekatan know your employee, sekaligus menerapkan prinsip know your customer, know your transaction, dan know your risk.
Menurut Syahrizal, pertumbuhan laba harus berjalan seiring dengan pengawasan yang kuat agar kepercayaan nasabah tetap terjaga.
AIS FASSE REDAKSI PELITA MALUKU
Komentar