Ely Toisuta Tantang Pemuda Ambon Perangi Hoaks, Medan Juang Kini Beralih ke Dunia Digital

AMBON, PELITA MALUKU – Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisuta, menantang generasi muda untuk menjadikan ruang digital sebagai medan perjuangan baru dengan melawan hoaks, disinformasi, dan narasi provokatif yang berpotensi merusak persatuan.

Pesan itu disampaikan Ely saat membuka kegiatan Ambon Youth Campus Talkshow, Creative, Competition, and Festival 2026 di Aula Kampus Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM), Sabtu (31/10/2026).

Mengusung tema "Maluku Membangun, Pemuda Berkarya: Wujud Nyata Sumpah Pemuda di Era Digital", kegiatan tersebut menjadi ruang bagi anak muda untuk mengembangkan kreativitas sekaligus memperkuat literasi digital dan kawasan kebangsaan.

img-1793416304.jpg

Ely mengatakan, tantangan pemuda saat ini berbeda dengan generasi yang memperjuangkan Sumpah Pemuda pada 1928. Jika dahulu perjuangan diwujudkan melalui ikrar persatuan, kini generasi muda menghadapi tantangan berupa penyebaran informasi palsu dan provokasi di media sosial.

"Kalau dulu pemuda berikrar dengan sumpah, hari ini pemuda berjuang melawan hoaks, disinformasi, dan narasi provokatif di media sosial. Medan juang kita sudah berada di era digital," tegasnya.

Menurut Ely, media sosial harus dimanfaatkan untuk menyebarkan konten positif tentang kebudayaan Maluku, identitas Ambon, persatuan, dan toleransi. Bukan justru menjadi ruang penyebaran ujaran negatif yang memecah belah masyarakat.

Ia juga mendorong generasi muda menjadikan nilai toleransi dan gotong royong sebagai kekuatan untuk membangun karakter sekaligus memperkenalkan Maluku kepada Indonesia dan dunia.

img-1793416403.jpg

"Pemerintah bangga kepada generasi muda Ambon. Kalian adalah generasi yang akan membangun Maluku, khususnya Kota Ambon, dengan karya, bukan kata-kata negatif," ujarnya.

Ely mengajak seluruh pemuda ikut menjaga keamanan dan kedamaian Kota Ambon serta mengarahkan energi mereka pada kegiatan produktif.

Melalui kegiatan ini, Pemkot Ambon berharap kreativitas anak muda tidak berhenti pada kompetisi dan festival, tetapi mampu melahirkan karya yang membawa manfaat bagi masyarakat.


AIS FASSE REDAKSI PELITA MALUKU


Kategori
PENDIDIKAN

Artikel Terkait

Komentar

  • Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar