HUT ke-91 GPM Tak Sekadar Seremoni, Pelayanan Jadi Prioritas
Ambon, Pelita Maluku – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-91 Gereja Protestan Maluku (GPM) tidak diarahkan sekadar menjadi agenda seremonial. Majelis Pekerja Harian (MPH) Sinode GPM menekankan agar seluruh rangkaian perayaan memberi dampak nyata bagi jemaat dan masyarakat.
Penegasan tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi dan orientasi tugas Panitia Hari-Hari Besar Gerejawi (PHBG) bersama MPH Sinode GPM di Lantai II Kantor Sinode GPM, Ambon, Kamis (6/8/2026).
Ketua Umum Sinode GPM, Pdt. S.I. Sapulette, mengatakan PHBG periode 2026–2030 memiliki tanggung jawab untuk merencanakan, mengorganisasi dan melaksanakan seluruh rangkaian kegiatan perayaan gerejawi, termasuk HUT ke-91 GPM.
PHBG juga diminta menyusun petunjuk pelaksanaan bersama Sekretaris Umum Sinode, menyiapkan fasilitas pendukung serta memastikan kebutuhan pembiayaan kegiatan.
Namun, MPH Sinode mengingatkan agar seluruh agenda perayaan tetap mengedepankan prinsip hidup ugahari. Perayaan diharapkan berlangsung sederhana, tetapi tetap meriah, bermakna dan mampu memberikan manfaat langsung bagi jemaat.
Karena itu, pelayanan diakonal menjadi salah satu fokus dalam rangkaian HUT ke-91 GPM. Bentuk pelayanan tidak harus selalu diwujudkan melalui kegiatan besar, tetapi dapat dipadukan dengan ibadah Minggu maupun pelayanan langsung kepada jemaat dan masyarakat yang membutuhkan, termasuk para pengungsi.
Arah pelayanan tersebut juga diharapkan menjangkau wilayah-wilayah yang selama ini berada jauh dari pusat pelayanan Sinode.
MPH Sinode meminta pelayanan diakonal HUT ke-91 GPM tidak hanya terpusat pada klasis-klasis di Pulau Ambon, tetapi turut menyentuh para tuagama dan jemaat di wilayah pelayanan lainnya.
Dengan demikian, semangat kebersamaan dalam perayaan HUT GPM tidak berhenti pada kegiatan seremoni, tetapi benar-benar dirasakan oleh warga gereja di berbagai wilayah pelayanan.
Dalam rapat tersebut, Pdt. S.I. Sapulette juga mengusulkan agar penyerahan hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha tetap dilanjutkan sebagai wujud nyata merawat kehidupan orang basudara sekaligus memperkuat perdamaian di Maluku.
"Kedepan, penyaluran hewan kurban tidak hanya dipusatkan di Masjid Al-Fatah Ambon, tetapi juga dipertimbangkan menjangkau wilayah Maluku Utara," tegas Sapulette.
Selain pelayanan sosial, seluruh agenda tahunan GPM diminta diselaraskan dengan paket kegiatan HUT dan Laporan Pelayanan Jemaat (LPJ), termasuk Hari Keluarga GPM, pencanangan HUT GPM serta Pekan Bina Keluarga GPM yang dilaksanakan setiap 30 Agustus.
PHBG juga diminta terus berkonsultasi dengan MPH Sinode dalam menyusun setiap program agar seluruh rangkaian kegiatan sejalan dengan fokus pengembangan pelayanan gereja dan tema pembinaan tahunan.
Respons terhadap dinamika sosial, pelayanan bagi korban konflik dan kepedulian terhadap lingkungan juga menjadi bagian yang harus diperhatikan dalam penyusunan program.
Sementara itu, Wakil Ketua PHBG, Pdt. A. Beresaby, menyampaikan sejumlah kesiapan panitia berdasarkan hasil rapat PHBG pada Rabu (5/8/2026).
Persiapan tersebut meliputi pembuatan logo HUT, penanganan rangkaian kegiatan hingga pelaksanaan ibadah syukur dan resepsi. Dalam resepsi tersebut, panitia merencanakan pemberian tanda kasih kepada para tuagama yang memiliki masa pengabdian paling lama.
Rapat juga menyepakati bahwa pencanangan HUT ke-91 GPM tidak lagi dilaksanakan secara terpusat di tingkat Sinode, tetapi menyatu dengan kegiatan jemaat.
Seksi Seminar diminta menuntaskan penyusunan buku sejarah GPM sebagai salah satu bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-91.
Sedangkan ibadah syukur HUT ke-91 GPM dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 6 September 2026, pukul 19.00 WIT di Baileo Oikumene Ambon.
Untuk mendukung pelaksanaan ibadah tersebut, PHBG akan berkoordinasi dengan Majelis Pekerja Klasis (MPK) Kota Ambon agar jadwal ibadah sore di jemaat dapat dimajukan.
Rangkaian perayaan juga akan diisi dengan pemutaran video yang mengangkat kisah para pelayan GPM di wilayah-wilayah terpencil, seperti Pegunungan Seram Utara, Wetar hingga Sula-Taliabu.
Video tersebut direncanakan diputar dalam ibadah Minggu pada 23 dan 30 Agustus 2026 sebagai bentuk apresiasi terhadap kesetiaan para pelayan yang menjalankan panggilan pelayanan di tengah berbagai keterbatasan dan tantangan medan.
MPH Sinode menilai, para pelayan di wilayah terpencil merupakan bagian penting dari wajah pelayanan GPM yang perlu mendapat perhatian dan apresiasi.
Karena itu, momentum HUT ke-91 GPM diharapkan menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan, memperluas pelayanan dan memastikan kehadiran gereja benar-benar dirasakan oleh jemaat serta masyarakat.
Dengan semangat ugahari, perayaan HUT ke-91 GPM diarahkan bukan hanya untuk memperingati perjalanan 91 tahun pelayanan, tetapi juga mempertegas komitmen gereja untuk hadir, melayani dan memberi dampak nyata bagi kehidupan masyarakat.
Redaksi Pelita Maluku - Ais Fasse
Indonesia
English
Belum Ada Komentar