ARTIKEL POPULER

Jukulele Jadi Jalan Generasi Muda Nusaniwe Merawat Identitas Budaya Maluku

Jukulele Jadi Jalan Generasi Muda Nusaniwe Merawat Identitas Budaya Maluku

Ambon, Pelita Maluku — Delapan grup jukulele dari berbagai satuan pendidikan dan kelompok seni tampil penuh semangat dalam Lomba Jukulele Tingkat Kecamatan Nusaniwe, yang digelar di Katolik Center, Ambon, Kamis (13/8/2026).

Bukan sekadar ajang perlombaan, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi anak-anak dan remaja untuk mengasah kreativitas sekaligus memperkuat kecintaan terhadap seni dan budaya Maluku sejak dini.

Peserta yang berusia 10 hingga 16 tahun menunjukkan kemampuan teknis, kekompakan, kreativitas, dan penghayatan dalam memainkan jukulele, alat musik yang telah menjadi bagian dari kehidupan sosial dan budaya masyarakat Maluku.

Delapan grup yang ambil bagian yakni SD Negeri 85, SD Teladan Grup Jukulele, Grup Eklesia, SMP Negeri 19, Grup Nativiti, Grup Rayen Voice Jukulele, Grup Twenty Two, dan Jukulele SD Inpres 25.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kota Ambon Lisa Wattimena, Camat Nusaniwe, Danramil Nusaniwe, serta Kapolsek Nusaniwe. Kehadiran unsur pemerintah dan aparat keamanan memperlihatkan dukungan lintas sektor terhadap pengembangan bakat dan kreativitas generasi muda.

Dalam kesempatan itu, sambutan Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena dibacakan Asisten II Sekretariat Daerah Kota Ambon, Rustam Simanjuntak.

Wali Kota menegaskan, jukulele tidak boleh dipandang hanya sebagai alat musik untuk pertunjukan. Lebih dari itu, jukulele merupakan bagian dari identitas kolektif dan kekayaan budaya Maluku yang perlu dijaga, dikembangkan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Menurutnya, proses belajar dan bermain jukulele dapat menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus edukatif bagi anak-anak. Latihan yang dilakukan secara rutin juga berkontribusi terhadap pembentukan karakter, mulai dari kedisiplinan, kreativitas, kepekaan estetika hingga kemampuan bekerja sama.

“Anak-anak tidak hanya diharapkan mengenal budaya, tetapi juga mampu mencintai, melestarikan, dan mengembangkan warisan leluhur dengan penuh kebanggaan dan tanggung jawab,” demikian pesan Wali Kota dalam sambutannya.

Pemkot Ambon berharap para peserta tidak berhenti setelah mengikuti perlombaan. Kemampuan yang telah dimiliki perlu terus diasah melalui latihan yang tekun, disiplin, dan konsisten agar dapat berkembang dan membawa nama baik Ambon serta Maluku dalam berbagai panggung seni dan budaya.

Pemerintah Kota Ambon juga menyatakan komitmennya untuk terus mendukung kegiatan seni dan budaya yang melibatkan generasi muda. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga identitas daerah sekaligus membentuk generasi yang tumbuh dengan akar budaya dan kearifan lokal.

Lomba jukulele di Nusaniwe akhirnya bukan hanya tentang siapa yang menjadi pemenang. Di balik petikan senar dan harmoni yang dimainkan anak-anak, tersimpan pesan yang lebih besar: budaya akan tetap hidup ketika generasi mudanya diberi ruang untuk mengenal, mencintai, dan merawatnya.




Komentar

  1. Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

SERBA - SERBI PELITA MALUKU

“Portal berita terbaik di Maluku saat ini.” ...

IKUTI KAMI

Pra RAT KSP CU Hati Amboina 2025: Pemerintah Apresiasi Peran Strategis Koperasi Sejahterakan Anggota...

CREDIT UNION HATI AMBOINA GELAR PRA RAT TAHUN 2025

Wawali Ambon Ajak Warga Dukung Stella di Final Lomba Bintang Radio Nasional...

Wakil Walikota Ambon Ely. Toisutta S.Sos

Sosok Humanis, Mourits Tamaela Kembali Pimpin DPC NasDem Kota Ambon ...

Ketua DPRD Kota Ambon
Kategori