Kapolresta Ambon Ajak Jemaat GKDI Ambon Pupuk Persaudaraan
AMBON, PELITA MALUKU – Persaudaraan dan toleransi tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus diwujudkan melalui sikap saling menghargai dan menjaga satu sama lain. Nilai inilah yang perlu dirawat untuk menjaga Maluku dan Kota Ambon pada Khususnya tetap aman dan damai.
Pesan tersebut disampaikan Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Kombes Pol. Andrias Susanto Nugroho, usai menghadiri perayaan ibadah Gereja Kristus di Indonesia (GKDI) Ambon

Dalam perayaan Ibadah tersebut, orang nomor satu di jajaran Polresta Ambon ini di dampingi Istrinya Ny. Maria Andrias serta Raja Negeri Rutong Reza Valdo Maspaitella di Manise Hotel, Minggu (1/11/2026).
Di hadapan jemaat, Andrias mengajak umat untuk terus memupuk persaudaraan tanpa memandang perbedaan agama, suku, maupun pilihan politik.
Menurutnya, masyarakat Maluku dan Kota Ambon pada khususnya memiliki kekuatan sosial yang telah diwariskan secara turun-temurun, yakni budaya orang basudara. Nilai tersebut harus dijaga dan dibuktikan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk diwariskan kepada anak cucu.

"Perbedaan kita jangan menjadi alasan untuk terpecah. Kita boleh berbeda agama, suku, bahkan pilihan politik, tetapi kita tetap satu sebagai anak bangsa," pesannya.
Andrias juga mengingatkan bahwa kekuatan gereja tidak ditentukan oleh besar atau megahnya bangunan, melainkan sejauh mana kasih dapat dihadirkan dan dirasakan oleh sesama.
Dalam kesempatan itu, ia membagikan pengalaman ketika menangani konflik antara Negeri Oma dan Negeri Haruku, Kabupaten Maluku Tengah.

Konflik tersebut bahkan menyebabkan seorang anggotanya menjadi korban pelemparan hingga mengalami kebutaan.
Menghadapi situasi itu, Andrias memilih membangun pendekatan persuasif dengan masyarakat. Ia berupaya membuka komunikasi dan mengajak warga mengakhiri pertikaian melalui pendekatan kemanusiaan.
Upaya tersebut mendapat respons positif. Warga akhirnya bersedia memperbaiki jembatan yang sebelumnya dirusak sehingga akses antara kedua negeri kembali terbuka.

Pengalaman itu menjadi pengingat bahwa dialog, kasih, dan kepedulian dapat membuka jalan menuju perdamaian.
Andrias berharap jemaat GKDI dan seluruh elemen masyarakat ikut menjaga Ambon agar tidak hanya dikenal sebagai City of Music, tetapi juga sebagai kota yang penuh kasih, toleransi, persaudaraan, dan kedamaian.
AIS FASSE REDAKSI PELITA MALUKU
Komentar