Perempuan Maluku Didorong Jadi Penopang Ekonomi Keluarga
Ambon, Pelita Maluku – Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath, menegaskan pentingnya peran perempuan dalam menjaga ketahanan ekonomi keluarga di tengah tekanan ekonomi yang terus berubah. Hal itu disampaikannya saat menghadiri peringatan Hari Perempuan Internasional tingkat Provinsi Maluku di Tribun Lapangan Merdeka Ambon, Rabu (11/3/2026).
Kegiatan yang digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Maluku bekerja sama dengan Bank Indonesia Perwakilan Maluku itu dihadiri berbagai unsur pemerintah daerah serta organisasi perempuan.
Dalam kesempatan tersebut, Vanath menyampaikan apresiasi kepada perempuan Maluku yang selama ini berperan besar dalam mengelola kehidupan rumah tangga sekaligus menopang ekonomi keluarga.
Menurutnya, perempuan sering menjadi pengatur utama keuangan keluarga, sehingga memiliki posisi strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi rumah tangga.
“Ibu-ibu biasanya yang paling tahu bagaimana mengatur kebutuhan keluarga. Dalam kondisi ekonomi seperti sekarang, peran itu menjadi sangat penting,” ujarnya.
Vanath menjelaskan bahwa dinamika ekonomi global turut mempengaruhi kondisi ekonomi nasional hingga daerah. Karena itu, masyarakat diminta lebih bijak dalam mengatur pola konsumsi dan pengeluaran keluarga.
Pemerintah daerah, kata dia, terus berupaya menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi agar kebutuhan masyarakat tetap dapat dijangkau.
Pada kegiatan tersebut, Bank Indonesia juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai penggunaan sistem pembayaran digital.
Menurut Vanath, perkembangan teknologi keuangan memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam melakukan transaksi.
“Sekarang banyak transaksi bisa dilakukan secara digital, sehingga masyarakat tidak selalu harus membawa uang tunai,” katanya.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa perkembangan teknologi harus diimbangi dengan peningkatan kemampuan sumber daya manusia agar masyarakat tidak tertinggal dalam perubahan digital.
Vanath berharap peringatan Hari Perempuan Internasional menjadi momentum untuk memperkuat peran perempuan dalam pembangunan daerah, baik di lingkungan keluarga maupun dalam kehidupan sosial masyarakat.
Kegiatan itu juga dirangkaikan dengan edukasi perlindungan konsumen, sosialisasi sistem pembayaran digital, serta buka puasa bersama yang dihadiri unsur Forkopimda, anggota DPRD Maluku, dan pimpinan organisasi perangkat daerah.
Redaksi Pelita Maluku - Ais Fasse









Belum Ada Komentar