Satgas Yonif 711/RKs Gelar Khitanan Masal dan Trauma Healing Bagi Warga Negeri Hualoy - Latu
Minggu, 07 April 2019
PELITA MALUKU.COM
Bagikan

Satgas Yonif 711/RKs Gelar Khitanan Masal dan Trauma Healing Bagi Warga Negeri Hualoy - Latu

Ambon, Pelita Maluku.Com - Dalam rangka mewujudkan rekonsiliasi pasca konflik antara warga Negeri Hualoy dan Latu, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Satgas Yonif 711/Rks menggelar kegiatan bakti sosial di kedua daerah tersebut, berupa khitanan massal dan trauma healing. demikian disampaikan Dansatgas Yonif 711/Rks, Letkol Inf Fanny Pantouw, dalam rilis tertulisnya Kamis (4/4).

Diungkapkan Dansatgas, pasca konflik, Satgas Yonif 711/Rks telah melakukan beberapa kegiatan dalam rangka rekonsiliasi damai seperti pengobatan gratis, trauma healing (pemulihan trauma) kepada anak-anak serta memberikan hal-hal positif seperti pelatihan kesenian Marawis kepada para pemuda kedua negeri.

“Ini merupakan bagian dari rekonsiliasi damai Latu-Hualoy, yang sebelumnya telah dilakukan pengobatan keliling gratis, trauma healing, pelatihan Marawis bersama pemuda dan penyuluhan Kamtibmas,” ujarnya. 

Lebih lanjut kata dia, pada Rabu (3/4) bertepatan dengan Isra Mi’rad, Satgas lakukan kegiatan Baksos dengan cara berbeda yaitu mengedepankan kearfian lokal berupa khitanan gratis diawali dengan Tahlilan dan kirab Hadrah tabunan rebana dan alunan shalawat. 

“Kirab ini juga didampingi kakak angkat dari anggota Satgas Yonif 711/Rks, dan berharap dapat membantu kesulitan masyarakat dan mengembalikan moril warga akibat konflik di kedua negeri ini,” ucapnya. 

Pasalnya, menurut Pantouw, semua agama mengajarkan anti kekerasan dan cinta damai. “Hidup rukun damai, saling berdampingan dan tolong-menolong merupakan budaya bangsa Indonesia yang harus selalu kita lestarikan, jauhkan diri dari permusuhan dan iri dengki, karena itu akan merugikan kita semua. 

Damai bukanlah pernyataan menyerah, tapi damai pernyataan kemenangan keikhlasan dan kesadaraan hati bahwa katong ini saudara (kita semua bersaudara),” urai Pantouw.

Sebelum khitanan massal, dilakukan ritual adat dan kearifan budaya lokal yaitu mengarak anak-anak yang akan dikhitan mengelilingi kampung dengan diiringi Marawis serta dilakukan tahlilan/pembacaan doa sebelum acara dimulai.

Sementara itu, pejabat Negeri Hualoy, Hasyim Tubaka, mewakili masyarakat Hualoy, berterima kasih kepada Satgas TNI atas terselenggaranya Baksos, karena kegiatan ini sangat meringankan beban masyarakat yang ingin mengkhitan anaknya. 

“Keterlibatan dan kedekatan Satgas Yonif 711/Rks terhadap masyarakat sangatlah baik terutama terhadap ketiga negeri ini (Latu, Hualoy dan Tumalehu). Kami berharap kedekatan Satgas dengan seluruh masyarakat, dapat menyatukan kami dalam kegiatan-kegiatan positif menuju tujuan bersama yaitu perdamaian,” tutupnya.

Dalam kegiatan tersebut juga dihibur dengan penampilan kesenian Marawis gabungan Satgas Yonif 711/Rks dengan pemuda dan Ibu-Ibu Majelis Ta’lim Negeri Hualoy. (PM.007) 


Komentar

Belum Ada Komentar