Paroki Hati Kudus Menuju Pastoral Bebasis Data.
Minggu, 12 September 2021
PELITA MALUKU.COM
Bagikan

Paroki Hati Kudus Menuju Pastoral Bebasis Data.

Ambon, Pelita Maluku.com - Di tengah pandemic Covid-19 gelombang ke dua, Paroki Hati Kudus Yesus Ambon, pada bulan Juni 2021 kemarin,  mulai memprakarsai Pastoral Berbasis Data.

Pastoral berbasis data sesungguhnya bukan hal baru bagi Gereja Katolik dan bagi Keuskupan Amboina. Gereja Katolik sudah dikenal sebagai salah satu lembaga yang memiliki sistem administrasi dan pencatatan data umat yang teratur dan rapi. 

Menurut Pastor Paroki Hati Kudus Yesus Jemy Balubun MSC, Paroki yang di pimpinnya  tidak membuat hal baru. Ia hanya berinovasi memproses kembali data umat secara manual ke dalam program digital (Database Management Sistem). 

Tujuannya, selain mempermudah dalam mengakses data secara cepat,  paroki juga memiliki data umat yang lengkap dalam membantu perencanaan kegiatan pastoral. Dan rencana digitalisasi data paroki dimulai dengan rapat Tim Data Paroki pada Juni 2021 kemarin.

Lebih lanjut disampaikan Jemy Balubun MSC,  menuju Data Menagement Sistim, Tim yang dibentuk diajarkan untuk bagaimana membuat data paroki termasuk instrumen-instrumen yang harus digunakan untuk mendapatkan data yang valid dan maksimal.  

"tim data paroki harus membuat timeline kerja. Sepanjang bulan juni adalah kesempatan pengumpulan data. Pada bulan Juli pengimputan dan bulan Agustus verifikasi dan validasi data" ungkap Pastor Jemy Balubun kepada Pelita Maluku.com, Minggu (12/09/2021).

Setelah data itu telah terkumpul secara keseluruhan,  kemudian dilanjutkan dengan kegiatan lapangan yakni penyebaran formulir data umat untuk di isi. Dalam penyebaran formulir tersebut Lanjut orang nomor satu di Credit Union Hati Amboina ini, Ketua - Ketua Rukun dan Orang Muda Katolik Paroki juga dilibatkan, guna memastikan seluruh umat paroki mengisi formulir yang telah dikirim.

"Setelah pengisian formulir data umat  Ketua - Ketua Rukun dan OMK mengembalikan kepada tim data untuk menginputnya ke dalam program. Selama satu bulan Tim bekerja mengolah data yang telah masuk," ujar Balubun

img-1631440009.jpg

Sesudah proses penginputan selesai, kemudian dilanjutkan dengan proses verifikasi dan validasi. Ada dua bagian yang mendapatkan perhatian utama yakni menyesuaikan Data Baptis dan Data Nikah yang sudah secara manual tercatat pada buku Liber Batisatorum dan Liber Matrimonium. 

"Memang ditemukan ada data yang tidak atau belum dicatat pada buku baptis dan nikah maka perlu lagi untuk membuat verifikasi agar datanya benar benar valid. Semua data ini akan dimasukan pada sistem database khusus yang sudah dimiliki oleh paroki HKY bekerja sama dengan Tim software pihak ke dua. Tim berkenan memberi izin menggunakan nama SeHati sebagai akronim untuk sistem database ini," jelasnya

Dengan masuknya data ini, maka selain mempermudah akses data sacramental paroki, paroki juga mulai mampu memetakan jumlah umat, jumlah OMK, jumlah Sekami, jumlah orang dewasa yang menikah maupun belum menikah, jumlah pernikahan beda gereja dan agama bahkan data umat menurut kemampuan ekonomi.

Diakuinya,  program yang dibuat ini tentunya belum tentu sempurna, namun ujung dari semua proses ini adalah Paroki sudah masuk dalam Pastoral yang berbasis data, Pastoral yang diharapkan tepat sasaran sesuai kebutuhan umat. 

'Supaya tidak ada satupun yang hilang'. Inspirasi Sang Guru yang selalu berupaya agar tidak ada satupun yang hilang dari kawanan dombanya," harap Pastor Paroki HKY ini ( Ais)

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar