Tak Ada Meteran, PDAM Dobo Pakai Ilmu Taksir Tagih Rekening Air Bagi Pemda Aru
Jum'at, 10 Juli 2020
PELITA MALUKU.COM
Bagikan

Tak Ada Meteran, PDAM Dobo Pakai Ilmu Taksir Tagih Rekening Air Bagi Pemda Aru

Dobo, Pelita Maluku.com - Komisi II DPRD Kabupaten Kepulauan Aru melakukan On the Spot pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Rar Gwamar Dobo.

Kunjungan Komisi II DPRD Aru itu sehubungan dengan berbagai permasalahan yang dialami PDAM seperti, tidak pernah memberikan kontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), PDAM Rar Gwamar Dobo berulang kali mengirim air kotor bagi konsumen/pelanggan di Kota Dobo, serta tidak ada upaya perbaikan terhadap pipa bocor, yang berimpilkasi terhadap macetnya penyaluran air kepada pelanggan.

Meski setiap tahunnya tidak ada kontribusi PAD maupun peningkatan pelayanan kepada pelanggan, yang anehnya setiap tahun PDAM Rar Gwamar Dobo selalu mendapat alokasi dana ratusan juta rupiah yang bersumber dari APBD Kabupaten Kepulauan Aru.

Hal itu menunjukkan bahwa PDAM Rar Gwamar Dobo terkesan hanya menerima bantuan dari pemerintah daerah, namun tidak mampu memberikan Kontribusi PAD serta tidak mau meningkatkan kinerja maupun pelayanan.

Selain permasalahan yang telah disebutkan, salah satu anggota Komisi II DPRD Kabupaten Kepulauan Aru Jakobus Kasiuw juga menilai PDAM Gwamar Dobo, dalam penagihan rekening air selalu menggunakan ilmu taksir, seperti yang terjadi pada Kantor Bupati Kepulauan Aru.

Ilmu taksir yang dimaksud Kasiuw, adalah tagihan yang dilakukan tanpa dasar perhitungan yang pasti, karena kantor Bupati Kepulauan Aru tidak memiliki meteran air yang diberikan PDAM saat pemasangan.

Akibat dari hitungan taksir itu, Bendahara Setda Kabupaten Kepulauan Aru selalu menyetor tagihan rekening air ke PDAM Rar Gwamar Dobo hingga mencapai puluhan juta rupiah setiap bulannya. 

“Tagihan rekening air untuk Kantor Bupati Aru bisa mencapai puluhan juta rupiah sementara seluruh kamar mandi di kantor daerah itu mengalami kondisi yang sangat memprihatinkan karena bak tidak terisi dengan air, bahkan kran air tidak normal,” Ungkap Kasiuw

Sementara itu ditempat yang berbeda, Kabag Umum dan Perlengkapan Setda Kabupaten Kepulauan Aru, Benony Leasal Kepada Pelita Maluku.com membenarkan, bahwa kantor Bupati Kepulauan Aru sudah tidak memiliki meteran air.

"Benar, saya baru tau dari anak buah kalau kantor Bupati ini sudah tidak punya meteran air," akui Leasal

Menurut Leasal, dirinya tidak pernah tahu bila kantor Bupati Kepulauan Aru tidak miliki meteran air yang dapat dijadikan dasar penghitungan penggunaan air tiap bulan. (P.12)

Komentar

Belum Ada Komentar