Ambon, Pelita Maluku – Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026 di Negeri Rutong, Sabtu (28/02/2026), bukan sekadar seremoni. Dari desa pesisir itu, Pemerintah Kota Ambon menegaskan perubahan total cara mengelola sampah.
Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, menyampaikan sambutan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup yang menekankan bahwa persoalan sampah di Indonesia sudah dalam tahap darurat dan tak bisa lagi ditangani dengan cara lama.

HPSN yang diperingati setiap 21 Februari lahir dari refleksi tragedi longsor TPA Leuwigajah tahun 2005. Peristiwa itu menjadi titik balik kebijakan nasional, mengubah pola “kumpul-angkut-buang” menjadi sistem berbasis 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dan ekonomi sirkular sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah.
“Kalau kita hanya memindahkan sampah ke TPA, masalah tidak akan selesai. Pengurangan harus dimulai dari rumah tangga dan sumbernya,” tegas Wattimena.
Ia meminta seluruh desa, kelurahan, sekolah, pelaku usaha, hingga perkantoran di Ambon mengubah kebiasaan lama. Pemerintah daerah juga didorong memperkuat regulasi, infrastruktur pemilahan, fasilitas daur ulang, serta edukasi berkelanjutan kepada masyarakat.

Menurutnya, kolaborasi adalah kunci. Tanpa keterlibatan warga, gerakan nasional pengurangan sampah tidak akan berjalan efektif.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan Kota Ambon, Apries Gaspersz, melaporkan rangkaian HPSN 2026 telah diawali kerja bakti massal 18 Februari 2026 yang melibatkan seluruh OPD dan pemerintah desa/kelurahan. Sebanyak 10 kontainer sampah berhasil dibersihkan dalam kegiatan tersebut.

Puncak acara di Rutong diisi dengan pencanangan gerakan kebersihan kota, pemberian penghargaan kepada petugas kebersihan dan kelurahan terbaik dalam pengelolaan retribusi sampah, lomba kebersihan lingkungan, pameran UMKM, hingga layanan kesehatan gratis.
Pemerintah Kota Ambon menargetkan HPSN 2026 menjadi momentum nyata menekan volume sampah yang masuk ke TPA dan membangun budaya bersih secara konsisten. Dari Rutong, pesan itu ditegaskan: perang terhadap sampah dimulai dari diri sendiri dan dari sekarang.
Redaksi Pelita Maluku - Ais











Komentar
Belum Ada Komentar