Ascart Modified Expo 2026 Meledak, Patrick Moenandar Sentil Komunitas Otomotif Ambon Jangan Cuma Jadi Penonton
Ambon, Pelita Maluku — Gelaran Ascart Modified Expo 2026 di Taman Budaya Karang Panjang, Ambon, resmi ditutup, Minggu (17/5/2026), dengan ledakan antusiasme ribuan pengunjung dan komunitas otomotif yang memadati arena sejak pagi hingga malam.
Pembina Ascart Modified Expo, Patrick Moenandar, mengaku bersyukur karena event otomotif terbesar di Ambon itu sukses menyatukan komunitas mobil, motor hingga pelaku UMKM dalam satu ruang kreativitas dan persaudaraan.
Menurut Patrick, di usia Ascart yang ke-42 tahun, komunitas tersebut berhasil membuktikan diri bukan sekadar klub otomotif biasa, tetapi menjadi wadah besar yang mampu mempertemukan berbagai komunitas lintas hobi dalam atmosfer kompetisi sehat dan solidaritas.

“Lokasi penuh. Mobil, motor, UMKM semua hidup. Ini bukan sekadar pameran, tapi bukti kalau dunia otomotif Ambon sebenarnya besar dan punya energi luar biasa,” tegas Patrick kepada wartawan usai penutupan kegiatan.
Ia menilai salah satu daya tarik terbesar tahun ini adalah keterlibatan berbagai komunitas dalam sejumlah lomba unik, termasuk lomba dorong mobil Pajero yang menyita perhatian pengunjung.
“Semua tim kerja keras demi juara. Padahal itu di luar agenda utama. Itu menunjukkan semangat kebersamaan komunitas masih sangat kuat,” katanya.
Patrick menjelaskan, Ascart Modified Expo 2026 merupakan pengembangan dari event sebelumnya yang hanya fokus pada kontes mobil dan motor. Tahun ini, konsep expo diperluas dengan menghadirkan kontes sound pressure level (SPL), modifikasi ekstrem, hingga kompetisi audio kendaraan dengan penilaian power, kualitas bass, dan performa sound system.

Ia menegaskan perkembangan event tersebut menjadi sinyal bahwa gairah otomotif di Ambon terus tumbuh dan mulai naik kelas.
Namun di balik kesuksesan itu, Patrick justru melontarkan sindiran keras kepada komunitas otomotif lain di Kota Ambon agar tidak hanya menikmati hasil kerja Ascart tanpa keberanian membuat event serupa.
Menurut dia, Ascart tidak bisa terus-menerus menjadi motor penggerak tunggal dunia otomotif di Ambon karena para anggota komunitasnya juga ingin menikmati posisi sebagai peserta, bukan hanya panitia.
“Kami sudah dua tahun bikin event besar. Teman-teman Ascart bahkan habiskan puluhan juta rupiah untuk ikut kontes. Jangan kami terus yang bergerak. Komunitas lain juga harus berani bikin event,” sentilnya.
Patrick berharap semakin banyak komunitas otomotif di Ambon yang mampu menciptakan ruang kreativitas sendiri demi menjaga geliat otomotif tetap hidup dan berkembang.
Di sisi lain, ia juga menyoroti kebutuhan arena representatif bagi dunia otomotif Ambon. Meski Pemerintah Kota Ambon berencana membangun sirkuit, Patrick menilai kawasan Taman Budaya Karang Panjang masih sangat layak dijadikan pusat kegiatan otomotif karena dinilai mampu mengurangi dampak kemacetan di pusat kota.
“Tempat ini sudah cukup ideal untuk kontes seperti ini. Tidak mengganggu lalu lintas kota dan masyarakat juga lebih nyaman menikmati acara,” ujarnya.
Kesuksesan Ascart Modified Expo 2026 sekaligus menjadi penanda bahwa geliat otomotif Ambon tidak lagi bisa dipandang sebelah mata. Di tengah minimnya fasilitas dan dukungan event berkelanjutan, komunitas otomotif justru tampil membangun ruang kreatifnya sendiri.
Redaksi Pelita Maluku - Ais

Indonesia
English









adalah media online yang hadir sebagai sumber informasi terpercaya tentang dinamika Maluku dan kawasan Indonesia Timur. Berdiri deng









