CinziaCinzia dan Louise Pulang, Kesbangpol Bidik Paskibraka Maluku 2027 dan Louise Pulang, Kesbangpol Bidik Paskibraka Maluku 2027
AMBON, PELITA MALUKU – Dua pelajar terbaik Maluku, Cinzia Christiovani Marantika dari SMA Siwalima Ambon dan Louise Adriano Hutasoit dari SMA Negeri 2 Ambon, kembali ke daerah setelah menuntaskan tugas sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional pada Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Jakarta.
Kepulangan keduanya kini menjadi momentum bagi Pemerintah Provinsi Maluku untuk mendorong lebih banyak pelajar mengikuti jejak mereka pada seleksi Paskibraka nasional 2027.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Maluku, Daniel E. Indey, mengatakan pengalaman Cinzia dan Louise selama menjalani pendidikan dan pelatihan sekitar 40 hari di Jakarta diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah prestasi pribadi.
Menurutnya, pengalaman tersebut harus ditularkan kepada pelajar lainnya sebagai motivasi untuk berani berprestasi, membangun kedisiplinan, kepemimpinan serta semangat pengabdian kepada bangsa dan daerah.
“Kami berharap pengalaman dan pelatihan yang mereka ikuti selama kurang lebih 40 hari di Jakarta dapat menjadi bekal bagi mereka ke depan. Kami juga berharap mereka dapat memotivasi adik-adiknya, terutama siswa kelas 10, untuk mengikuti seleksi Paskibraka pada tahun 2027,” ujar Indey saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (24/8/2026).
Indey menegaskan, Kesbangpol Maluku ingin proses seleksi Paskibraka 2027 memberi kesempatan yang lebih luas kepada pelajar dari seluruh wilayah Maluku.
Kesempatan tersebut, kata dia, tidak hanya terbuka bagi siswa SMA Siwalima maupun SMA Negeri 2 Ambon, tetapi juga pelajar SMA negeri lainnya, SMK dan Madrasah Aliyah di 11 kabupaten/kota.
“Bukan hanya dari SMA Siwalima maupun SMA Negeri 2 Ambon. Kami berharap adik-adik dari SMA negeri lainnya, SMK maupun Madrasah Aliyah yang ada di 11 kabupaten/kota di Provinsi Maluku dapat turut berpartisipasi sebagai Paskibraka pada tahun 2027,” tegasnya.
Bagi Kesbangpol, Paskibraka bukan sekadar kesempatan tampil dalam upacara kenegaraan. Proses seleksi, pendidikan dan pelatihan menjadi ruang pembentukan karakter generasi muda agar memiliki disiplin, tanggung jawab, jiwa kepemimpinan dan rasa cinta terhadap bangsa.
“Kami ingin adik-adik memiliki kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan dan memberikan kontribusi terbaik kepada bangsa, negara dan khususnya Provinsi Maluku,” katanya.
Indey juga menyampaikan apresiasi atas perhatian Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa terhadap Cinzia dan Louise sejak awal keberangkatan mereka ke Jakarta.
Saat pelepasan pada 14 Juli 2026, gubernur berpesan agar kedua utusan Maluku tersebut mampu menjalankan tugas dengan baik dan membawa nama daerah di tingkat nasional.
“Bapak Gubernur sangat menaruh harapan agar kedua adik kita ini dapat memberikan yang terbaik untuk Provinsi Maluku, pemerintah daerah, sekolah dan keluarga. Mereka adalah utusan Pemerintah Provinsi Maluku, sehingga kami berharap mereka dapat mengharumkan nama Maluku di tingkat nasional,” ungkap Indey.
Kini, setelah kembali ke sekolah masing-masing, Cinzia dan Louise diharapkan tidak berhenti sebagai simbol keberhasilan Paskibraka Maluku. Keduanya diharapkan menjadi inspirasi bagi siswa lain untuk berani mengikuti seleksi dan mengembangkan potensi diri.
Kesbangpol Maluku pun mulai membidik regenerasi Paskibraka 2027 dengan mendorong pelajar dari seluruh 11 kabupaten/kota memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengukir prestasi sekaligus membawa nama Maluku ke panggung nasional.
REDAKSI PELITA MALUKU – AIS FASSE
Indonesia
English
Belum Ada Komentar