ARTIKEL POPULER

Ely Toisuta: Cegah Stunting Tak Harus dengan Makanan Mahal

Ely Toisuta: Cegah Stunting Tak Harus dengan Makanan Mahal

AMBON, PELITA MALUKU — Upaya menekan stunting di Kota Ambon tidak cukup hanya mengandalkan program pemerintah. Kesadaran keluarga dalam memenuhi kebutuhan gizi dan memantau tumbuh kembang anak menjadi salah satu kunci yang harus diperkuat.

Wakil Wali Kota Ambon Ely Toisuta menegaskan, persoalan stunting tidak selalu berkaitan dengan ketersediaan makanan atau kemampuan membeli pangan mahal. 

Pengetahuan orang tua, pola asuh, cara mengolah makanan, hingga pemahaman kebutuhan gizi sesuai usia anak turut menentukan.

“Masalah gizi bukan semata-mata karena tidak tersedianya makanan, tetapi juga berkaitan dengan pengetahuan, kebiasaan, pola asuh, cara pengolahan, serta frekuensi pemberian makanan,” kata Ely saat memberikan ceramah kesehatan yang digelar Kartika Chandra Kirana XV/Pattimura di Makorem 151/Binaiya, Ambon, Rabu (23/9/2026).

Menurutnya, keluarga dapat memanfaatkan berbagai bahan pangan yang tersedia di lingkungan sekitar untuk memenuhi kebutuhan gizi anak. Yang terpenting, makanan tersebut beragam, bersih, aman, dan sesuai kebutuhan tumbuh kembang anak.

Ely juga meminta orang tua lebih aktif menggunakan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Buku tersebut, kata dia, bukan sekadar persyaratan ketika datang ke posyandu atau fasilitas kesehatan, tetapi dapat digunakan untuk memantau pertumbuhan anak secara berkala.

Pemantauan penting dilakukan agar setiap perubahan pertumbuhan dapat diketahui lebih cepat sehingga langkah penanganan bisa segera dilakukan.

Kabar positif datang dari capaian stunting Ambon. Pada 2025 tercatat 279 kasus atau prevalensi 1,60 persen dari 17.457 balita yang diukur. Angka itu turun menjadi 271 kasus atau 1,58 persen pada 2026, terdiri dari 80 bayi sangat pendek dan 191 balita pendek.

Ely menyebut capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama. Pemerintah Kota Ambon menargetkan penurunan stunting sebesar tiga persen setiap tahun.

Untuk menjaga tren tersebut, ia menilai penguatan kapasitas kader posyandu, kelompok perempuan, organisasi masyarakat, serta edukasi keluarga harus terus dilakukan. Pencegahan stunting, katanya, pada akhirnya bukan hanya tentang angka, tetapi tentang memastikan anak-anak Ambon tumbuh sehat dan memiliki masa depan yang lebih baik.


REDAKSI PELITA MALUKU 


Komentar

  1. Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

SERBA - SERBI PELITA MALUKU

“Portal berita terbaik di Maluku saat ini.” ...

IKUTI KAMI

Pra RAT KSP CU Hati Amboina 2025: Pemerintah Apresiasi Peran Strategis Koperasi Sejahterakan Anggota...

CREDIT UNION HATI AMBOINA GELAR PRA RAT TAHUN 2025

Wawali Ambon Ajak Warga Dukung Stella di Final Lomba Bintang Radio Nasional...

Wakil Walikota Ambon Ely. Toisutta S.Sos

Sosok Humanis, Mourits Tamaela Kembali Pimpin DPC NasDem Kota Ambon ...

Ketua DPRD Kota Ambon
Kategori