ARTIKEL TERBARU

Ini Penjelasan Insun Sangadji Soal Presentasi Kelulusan Siswa SMA-SMK se- Maluku

Ini Penjelasan Insun Sangadji Soal Presentasi Kelulusan Siswa SMA-SMK se- Maluku

Ambon, Pelita Maluku.com - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku menyampaikan hasil presentasi tingkat kelulusan siswa jenjang pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) dan SMK Tahun Pelajaran 2023-2024 bagi Kabupaten/Kota se- Maluku.

Berdasarkan data yang di peroleh, dari total keseluruhan sekolah SMA di Maluku sebanyak 288 Sekolah, yang mengikuti ujian nasional sebanyak 21.546 siswa. Dari jumlah ini 21.486 atau 99,72 % dinyatakan lulus. Sementara 60 siswa lainnya atau 0.37 % dinyatakan tidak lulus ujian. Demikian disampaikan Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Dr. Insun Sangadji, dalam keterangan Persnya kepada wartawan, Senin (27/05/2024).

Mereka yang tidak lulus ujian ini, Menurut Sangadji, disebabkan 55 siswa tidak mengikuti ujian, 3 siswa telah menikah serta 2 siswa lainnya di Drop Out (DO) 

ke-60 siswa yang tidak lulus ini tersebar di 8 Kabupaten/kota di Maluku di antaranya, Kota Ambon sebanyak 13 siswa, Kota Tual 3 siswa, Kabupaten Maluku Tengah sebanyak 12 siswa, Kabupaten Kepulauan Tanimbar 10 siswa, Kabupaten Kepulauan Aru 2 siswa, Kabupaten Buru 15 siswa, Kabupaten Seram Bagian Timur 2 siswa dan Kabupaten Maluku Barat Daya 3 siswa. Sementara untuk Kabupaten Maluku Tenggara, Kabupaten Seram Bagian Barat dan Kabupaten Buru Selatan dinyatakan lulus 100 persen," rinci orang nomor satu di jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku ini. 

Sementara untuk tingkat kelulusan siswa SMK Provinsi Maluku Tahun pelajaran 2023-2024 lanjut Sangadji, bagi SMK Negeri jumlah peserta ujian sebanyak 5132 siswa, yang dinyatakan lulus sebanyak 5129 siswa. sedangkan yang tidak dinyatakan lulus sebanyak 3 siswa. untuk SMK swasta dari total keseluruhan siswa yang mengikuti Ujian Nasional sebanyak 1965, yang dinyatakan lulus sebanyak 1959, yang tidak lulus sebanyak 6 siswa.

ke-9 siswa tingkat SMK yang tidak lulus ini, diantaranya, 2 siswa dengan kompetensi keahlian teknik instalasi tenaga listrik telah menikah di Namrole, Kabupaten Buru Selatan, 2 siswa jurusan Nautika Kapal Niaga berada di luar daerah Kabupaten MBD dan sorong - Papua Barat dan tidak mengikuti tahapan ujian, 2 siswa dari jurusan Teknikal Kapal melakukan pelanggaran berat dengan memobilisasi siswa dari sekolah lain termasuk masyarakat menyerang sekolah dengan menggunakan alat tajam, kayu, batu dan busur anak panah selama dua hari berturut-turut dan melempari gedung sekolah, guru dan siswa, sehingga salah satu siswa terkena panah dan dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan medis.

selain itu, ungkap Sangadji, terdapat pula siswa yang tidak mengikuti seluruh rangkaian penilaian baik ujian sekolah hingga uji kompetensi keahlian. meskipun berbagai upaya telah dilakukan pihak sekolah, baik itu pendekatan ke peserta didik maupun keluarga. akan tetapi informasi yang diperoleh peserta didik sidah tidak berada di Sorong, Papua dan tidak melanjutkan studi. Sedangkan 1 siswa lainnya dengan kompetensi keahlian agribisnis perikanan air tawar telah menikah dan tidak lagi mengikuti poses belajar mengajar.," Ujar Sangadji.(PM.Ais)


Komentar

  1. Belum Ada Komentar

SERBA - SERBI

DPC Partai Demokrat Kota Ambon Jalani Instruksi AHY Ambon, Pelita Maluku.com - Instruksi Ketua Um...

PELITA MALUKU.COM

Tiga Warga Desa Meyano Das yang Hanyut Berhasil Ditemukan Selamat Saumlaki, Pelita Maluku.com -...

PELITA MALUKU.COM
Kategori