Iuran Komite SMA 11 Ambon Dipersoalkan, Orang Tua Minta Transparansi
AMBON, PELITA MALUKU — Rencana kenaikan iuran komite di SMA Negeri 11 Ambon menuai keberatan dari sejumlah orang tua siswa. Mereka meminta pihak sekolah dan komite menjelaskan secara terbuka dasar penetapan iuran serta penggunaan dana.
Keberatan itu disampaikan salah satu orang tua siswa yang meminta namanya tidak dipublikasikan kepada wartawan di Ambon, Rabu (26/8/2026).
Ia mengatakan, dalam rapat orang tua bersama komite baru, muncul pembahasan mengenai sumbangan pendidikan dengan besaran mulai Rp80 ribu hingga Rp100 ribu. Namun, orang tua menilai program yang menjadi dasar permintaan dana tersebut belum dipaparkan secara jelas.
“Yang kami minta itu programnya jelas dan penggunaan dananya transparan. Kalau memang untuk pendidikan, harus dijelaskan untuk apa,” katanya.
Orang tua juga mempertanyakan pertanggungjawaban iuran komite sebelumnya yang disebut sebesar Rp75 ribu. Mereka meminta laporan penggunaan dana sebelum kembali dibebani dengan pungutan baru.
Menurutnya, persoalan semakin dipertanyakan ketika istilah yang digunakan berubah menjadi “sumbangan”, tetapi pembayaran disebut akan dilakukan secara rutin. Kondisi itu dinilai perlu diperjelas agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di kalangan orang tua.
Ia berharap komite kembali menggelar rapat bersama seluruh orang tua siswa untuk membahas besaran dan mekanisme pembayaran secara terbuka.
“Kalau bisa turun, kenapa harus naik? Kondisi ekonomi sekarang juga harus menjadi pertimbangan,” ujarnya.
Orang tua siswa meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku turun tangan dan mengambil sikap tegas untuk memastikan persoalan iuran di SMA Negeri 11 Ambon diselesaikan secara transparan dan tidak membebani orang tua.
REDAKSI PELITA MALUKU
Indonesia
English
Belum Ada Komentar