Kasus TBC di Ambon Meningkat, Pemkot Minta Intervensi Kemenkes
Selasa, 10 Maret 2026
“Nyalakan Cahaya Dari Timur Untuk Indonesia
Bagikan

Kasus TBC di Ambon Meningkat, Pemkot Minta Intervensi Kemenkes

Ambon, Pelita Maluku – Pemerintah Kota Ambon meminta dukungan pemerintah pusat untuk menekan penyebaran penyakit Tuberkulosis (TBC) yang terus menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.

Permintaan itu disampaikan Wali Kota Ambon, Bodewin Melkias Wattimena saat bertemu Wakil Menteri Kesehatan RI, Benjamin Paulus Octavianus di kantor Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta, Senin (9/3/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Kota Ambon mengusulkan sejumlah langkah penguatan layanan kesehatan, termasuk penanganan penyakit menular seperti TBC yang dinilai perlu penanganan lebih serius.

Menurut Wattimena, penyebaran TBC harus segera diantisipasi karena penularannya sangat cepat jika tidak ditangani secara tepat.

“Penyakit menular ini sangat berbahaya jika tidak diantisipasi. Karena itu kami mengusulkan agar Kemenkes memfasilitasi upaya pencegahan, termasuk skrining terhadap penderita dan keluarga yang melakukan kontak erat,” kata Wattimena.

Ia menyebut, pemerintah pusat merespons positif usulan tersebut dan berencana memberikan dukungan anggaran pada pertengahan tahun ini untuk membantu penanganan TBC di Kota Ambon.

“Kami berharap dukungan ini dapat memperkuat upaya pemerintah kota dalam meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon, Johan S. Norimarna mengungkapkan, jumlah kasus TBC di Ambon mengalami peningkatan dalam tiga tahun terakhir.

Data Dinas Kesehatan Kota Ambon mencatat, pada 2023 terdapat 1.935 kasus TBC. Angka itu meningkat menjadi 2.296 kasus pada 2024, dan pada 2025 tercatat 2.244 kasus.

“Sekitar 20 persen pasien TBC yang berobat di Ambon setiap tahun berasal dari luar kota,” kata Norimarna.

Menurutnya, pemerintah kota terus melakukan pencegahan melalui sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat bahwa TBC dapat disembuhkan jika pasien menjalani pengobatan secara teratur.

Dengan dukungan anggaran dari pemerintah pusat serta bantuan alat X-ray portabel, Dinas Kesehatan Kota Ambon berencana memperluas pemeriksaan langsung ke desa, kelurahan, dan negeri.

“Pemeriksaan tidak hanya dilakukan pada pasien, tetapi juga terhadap keluarga atau kontak serumah agar penularan dapat segera diputus,” ujarnya.


Redaksi Pelita Maluku - Ais 

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar