Kodam Pattimura Buka Spesifikasi Jembatan Wai Tomu, Tegaskan Tak Ubah Fungsi Sungai

AMBON, PELITA MALUKU – Kodam XV/Pattimura membeberkan spesifikasi teknis pembangunan Jembatan Wai Tomu di kawasan Mardika, Kota Ambon, menyusul sorotan Balai Wilayah Sungai (BWS) terkait potensi penyempitan sungai, gangguan aliran air, hingga risiko banjir.

Penjelasan tersebut disampaikan Kapoksahli Pangdam XV/Pattimura, Brigjen TNI Julius Jolly Suawa, S.Sos., dalam Forum Group Discussion (FGD) bersama pemangku kepentingan dan elemen masyarakat di Serambi Kehormatan Makodam, Rabu (25/10/2026).

Dalam forum itu, Kodam menjelaskan bahwa desain jembatan dibuat dengan bentangan konstruksi sepanjang 120 meter. Sementara bagian yang melintasi sungai memiliki lebar 20 meter, dibandingkan lebar sungai sekitar 18 meter.

Menurut Kodam, desain tersebut dimaksudkan untuk mempertahankan lebar sungai seperti kondisi semula, bukan mengubah fungsi maupun bentuk alur sungai.

Sebelum konstruksi dimulai, pembersihan sedimentasi dan sampah di dasar sungai telah dilakukan. Pekerjaan juga mencakup pembangunan fondasi bored pile, pemasangan gelagar, serta perbaikan talud penahan di sisi sungai.

Kodam menjelaskan, gelagar beton dirancang berada sekitar 1,55 meter di atas bibir sungai. Konstruksi juga dibuat tanpa pilar penyangga di tengah sungai guna memberikan ruang bagi aliran air.

Untuk mengantisipasi penumpukan sampah, Kodam merencanakan pemasangan jaring penahan sampah di ujung jembatan. Check box juga disiapkan untuk memudahkan pemantauan sedimentasi dan sampah di bawah konstruksi.

Meski demikian, spesifikasi konstruksi tersebut tetap perlu diuji melalui pengukuran lapangan dan kajian hidraulika oleh instansi teknis berwenang. Hal ini penting untuk memastikan kapasitas tampung sungai, kelancaran aliran saat debit meningkat, serta potensi risiko banjir.

Selain jembatan, penataan kawasan Mardika juga mencakup perbaikan trotoar sepanjang Jalan Pasar Mardika.

Kodam berharap pembangunan ini memberikan manfaat bagi masyarakat. Namun, koordinasi dengan BWS dan instansi terkait tetap diperlukan agar pembangunan infrastruktur berjalan seiring dengan perlindungan fungsi sungai dan keselamatan warga.


AIS FASSE REDAKSI PELITA MALUKU


Kategori
Serba - Serbi

Artikel Terkait

Komentar

  • Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar