Kodam Pattimura Tata Kawasan Samping Makodam untuk UMKM dan Ruang Publik
AMBON PELITA MALUKU — Pengalaman panjang menghadapi dinamika Maluku membuat Kepala Kelompok Staf Ahli (Kapoksahli) Kodam XV/Pattimura Brigjen TNI Julius Jolly Suawa, S.Sos., menilai pembangunan tidak cukup hanya berbicara soal fisik. Ruang ekonomi dan interaksi sosial masyarakat juga dinilai penting untuk menjaga ketenteraman di daerah.
Hal itu disampaikan Julius saat mendampingi Silaturahmi Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto, S.I.P., M.Hum., bersama insan media Provinsi Maluku di Makodam XV/Pattimura, Selasa (29/9/2026).
Julius mengatakan, dirinya telah sekitar 30 tahun berdinas dan pernah bertugas di Maluku saat konflik 2000. Pengalaman tersebut membuatnya menilai seluruh elemen masyarakat, termasuk media, memiliki peran penting dalam menjaga suasana tetap kondusif.
“Konflik seperti tahun 2000 jangan sampai terulang. Kita sama-sama harus memberikan pemahaman, pengertian, dan menyejukkan hati masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan, keberadaan TNI di Maluku harus memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Karena itu, kawasan di samping Makodam XV/Pattimura kini diarahkan menjadi ruang yang lebih terbuka dan produktif.
Kawasan tersebut dirancang untuk mewadahi pelaku UMKM, termasuk pedagang kaki lima dari kawasan pelabuhan, sekaligus menyediakan ruang bagi warga untuk beraktivitas dan menyalurkan kreativitas seni. Area bermain bagi anak-anak juga disiapkan sebagai bagian dari penataan kawasan.
Menurut Julius, ruang publik itu juga diharapkan menjadi titik pertemuan masyarakat dari berbagai latar belakang. Interaksi yang semakin terbuka dinilai dapat memperkuat integrasi sosial sekaligus mengurangi potensi munculnya penyakit masyarakat.
Penataan kawasan, lanjutnya, diharapkan ikut menggerakkan ekonomi sekitar. Aktivitas perdagangan yang semakin hidup dapat membuka peluang usaha baru dan menarik investasi.
Julius menyebut seluruh upaya tersebut diarahkan untuk kepentingan masyarakat. Ia juga menegaskan pembangunan kawasan itu tidak menggunakan anggaran dari pemerintah daerah.
“Kalau untuk kebaikan, saya tidak pernah mundur. Maju terus supaya masyarakat bisa merasakan manfaatnya,” tegasnya.
Ia berharap sinergi TNI, pemerintah daerah, media, pelaku usaha, dan masyarakat terus diperkuat agar pembangunan Maluku tidak hanya menghasilkan perubahan fisik, tetapi juga menghadirkan keamanan, ruang ekonomi, dan kehidupan sosial yang lebih baik.
AIS FASSE - REDAKSI PELITA MALUKU
Indonesia
English
Belum Ada Komentar