Majelis Latupati dan Pangdam XV/Pattimura Perkuat Sinergi TNI-Masyarakat Adat
AMBON, PELITA MALUKU — Majelis Latupati Kota Ambon menegaskan pentingnya memperkuat kemitraan antara TNI dan masyarakat adat sebagai bagian dari upaya menjaga persaudaraan, kedamaian, serta ketahanan sosial di Maluku.
Pesan itu mengemuka saat Ketua Majelis Latupati Kota Ambon, Reza Valdo Maspaitella, bersama jajaran melakukan kunjungan silaturahmi dengan Pangdam XV/Pattimura, di.Makodam XV/Pattimura, Kamis (10/06/2026).
Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk mempererat komunikasi antara TNI, para Raja, negeri-negeri adat, dan masyarakat Maluku.
Reza mengatakan, pertemuan dengan Pangdam tidak semata-mata dipandang sebagai agenda kelembagaan, tetapi merupakan perjumpaan dalam semangat orang basudara.
“TNI, para Raja, dan masyarakat adat adalah bagian dari kehidupan masyarakat Maluku. Karena itu, hubungan yang kita bangun harus berangkat dari persaudaraan, saling menghormati, dan tanggung jawab bersama untuk menjaga negeri ini,” ujar Reza.
Menurutnya, karakter Maluku sebagai Bumi Raja-Raja tidak dapat dilepaskan dari keberadaan negeri adat beserta sistem kepemimpinan dan pranata sosial yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Keberadaan Raja dan negeri adat, kata Reza, bukan sekadar peninggalan sejarah. Kelembagaan adat masih memiliki peran penting dalam menjaga harmoni sosial, merawat budaya, memperkuat gotong royong, serta mempertahankan nilai pela-gandong dan hidup orang basudara.
Nilai-nilai tersebut dinilai menjadi modal sosial yang penting dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan masyarakat sekaligus memperkuat persatuan di Maluku.
Dalam konteks kemanunggalan TNI dan rakyat, Majelis Latupati menilai pendekatan di Maluku perlu memperhatikan karakter masyarakat yang hidup dalam komunitas negeri-negeri adat.
Para Raja dan pemimpin adat dinilai dapat menjadi mitra strategis TNI dalam membangun komunikasi hingga ke tingkat masyarakat, terutama dalam menjaga keamanan, ketertiban, persatuan, dan ketahanan sosial.
“TNI dan masyarakat adat tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Di Bumi Raja-Raja ini kita memiliki tanggung jawab yang sama: menjaga negeri, menjaga persaudaraan, menjaga kedamaian, dan menjaga Indonesia,” tegas Reza.
Majelis Latupati berharap komunikasi tersebut tidak berhenti pada agenda silaturahmi, tetapi berlanjut dalam kerja bersama yang konkret. Sejumlah bidang yang dapat dikembangkan antara lain wawasan kebangsaan, pembinaan generasi muda, ketahanan sosial, pelestarian budaya dan kearifan lokal, serta penguatan kehidupan masyarakat di negeri-negeri adat.
Reza juga menekankan pentingnya kolaborasi antara unsur pemerintah, adat, dan agama sebagai kekuatan yang saling melengkapi dalam menjaga keseimbangan kehidupan masyarakat Maluku.
Menurutnya, sinergi tersebut semakin penting mengingat Maluku memiliki sejarah panjang dengan dinamika sosial yang membutuhkan kekuatan persaudaraan dan kebersamaan seluruh elemen masyarakat.
Pertemuan dengan Pangdam XV/Pattimura diharapkan menjadi langkah awal membangun kemitraan jangka panjang antara TNI, Majelis Latupati, para Raja, dan masyarakat adat.
“Dari Bumi Raja-Raja, TNI dan masyarakat adat berjalan bersama—menjaga negeri, merawat persaudaraan, menjaga kedamaian, dan memperkokoh Indonesia,” pungkasnya.
REDAKSI PELITA MALUKU - AIS FASSE
Indonesia
English
Belum Ada Komentar