ARTIKEL TERPOPULER

Nusamba Jadi Laboratorium Perdamaian Umat di Maluku untuk Indonesia

Nusamba Jadi Laboratorium Perdamaian Umat di Maluku untuk Indonesia

Ambon, Pelita Maluku — Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, menegaskan bahwa ikatan Nusamba (Nusalaut–Ambalau) bukan sekadar hubungan kekerabatan, tetapi telah menjadi “laboratorium hidup” perdamaian umat yang bisa menjadi contoh bagi Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan dalam acara Halal Bihalal Keluarga Besar Nusamba Provinsi Maluku di Gedung Islamic Center Ambon, Selasa (13/4/2026).

“Ini bukan sekadar tradisi. Nusamba adalah kekuatan sosial budaya yang nyata, warisan leluhur yang menunjukkan bagaimana perbedaan bisa disatukan dalam persaudaraan,” kata Lewerissa.

Ia menyoroti tradisi halal bihalal sebagai bagian dari kekayaan Islam Nusantara yang unik dan tidak ditemukan di banyak negara muslim lain. Tradisi ini, menurutnya, menjadi ruang mempererat hubungan lintas perbedaan, sekaligus menjaga harmoni sosial.

img-1776170709.jpg

Dalam konteks Maluku, nilai tersebut tercermin kuat dalam ikatan pela gandong antara masyarakat Nusalaut dan Ambalau yang telah terbangun lintas generasi.

“Ini bukan rekayasa, bukan simbol kosong. Ini nyata, hidup, dan harus kita jaga sebagai modal sosial untuk masa depan,” tegasnya.

Di tengah kondisi ekonomi yang diakui belum sepenuhnya stabil, Lewerissa mengajak masyarakat tetap optimistis dan tangguh menghadapi tantangan. Ia menilai, kekuatan terbesar Maluku bukan hanya pada sumber daya alam, tetapi pada kualitas sumber daya manusia dan solidaritas sosial.

“Situasi memang tidak mudah, tapi kita tidak punya pilihan selain bertahan, menyesuaikan diri, dan melewati masa sulit ini bersama,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Maluku, lanjutnya, tetap mendorong pembangunan di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga infrastruktur di wilayah kepulauan seperti Nusalaut dan Ambalau. Sejumlah program seperti pembangunan rumah layak huni, sekolah, hingga rumah sakit terus digencarkan meski di tengah keterbatasan anggaran.

img-1776170778.jpg

Selain itu, ia juga mengingatkan generasi muda agar mempersiapkan diri menghadapi peluang besar ke depan, termasuk proyek strategis seperti Blok Masela dan pengembangan Maluku Integrated Port yang diproyeksikan menyerap ribuan tenaga kerja.

“Tidak semua harus jadi sarjana, tapi semua harus punya keterampilan. Siapkan diri dari sekarang,” pesannya.

Sementara itu, Sekjen Nusamba Provinsi Maluku, Yani Parinusa, menyebut halal bihalal bukan sekadar pertemuan seremonial, tetapi momentum menyatukan hati dan memperkuat ikatan persaudaraan lintas pulau dan perbedaan.

img-1776170731.jpg

“Yang membuat jarak itu sering hal kecil. Maka di momen ini, mari saling memaafkan dan kembali dengan hati yang lebih lapang,” ujarnya.

Ia mengingatkan kembali sejarah kebersamaan Nusalaut dan Ambalau yang telah terjalin lama, termasuk dalam semangat saling membantu di bidang pendidikan sejak masa lalu.

Menurutnya, nilai persaudaraan tersebut harus terus dijaga sebagai contoh nyata toleransi di Maluku.

Acara halal bihalal ini dihadiri tokoh agama, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen Nusamba, dan menjadi ruang memperkuat komitmen bersama menjaga harmoni di tengah keberagaman.

Pemerintah berharap, semangat persaudaraan Nusamba dapat terus dirawat dan menjadi inspirasi dalam membangun perdamaian yang berkelanjutan di Maluku dan Indonesia.


Komentar

  1. Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

SERBA - SERBI PELITA MALUKU

Pra RAT KSP CU Hati Amboina 2025: Pemerintah Apresiasi Peran Strategis Koperasi Sejahterakan Anggota...

CREDIT UNION HATI AMBOINA GELAR PRA RAT TAHUN 2025

Wawali Ambon Ajak Warga Dukung Stella di Final Lomba Bintang Radio Nasional...

Wakil Walikota Ambon Ely. Toisutta S.Sos

Sosok Humanis, Mourits Tamaela Kembali Pimpin DPC NasDem Kota Ambon ...

Ketua DPRD Kota Ambon
Kategori