Panen 40 Ikat Kangkung Hidroponik, Warga Binaan Lapas Wahai Buktikan Produktivitas dari Balik Jeruji
Wahai, Pelita Maluku – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai kembali menunjukkan hasil positif dari program pembinaan kemandirian yang dijalankan bagi warga binaan. Sebanyak 40 ikat kangkung hidroponik berhasil dipanen dari area budidaya yang dikelola warga binaan di dalam lingkungan lapas, Senin (15/6/2026).
Panen tersebut menjadi bukti keberhasilan program pembinaan berbasis keterampilan yang dikembangkan Lapas Wahai untuk membekali warga binaan dengan kemampuan praktis di bidang pertanian. Kegiatan ini juga mendukung upaya ketahanan pangan sekaligus mendorong warga binaan memanfaatkan masa pembinaan dengan aktivitas yang produktif.
Kangkung hidroponik yang dipanen merupakan hasil kerja dan pendampingan petugas lapas mulai dari tahap penyemaian benih, perawatan tanaman hingga proses panen. Melalui metode hidroponik, warga binaan diperkenalkan pada teknik budidaya modern yang mudah diterapkan dan memiliki nilai ekonomi.
Kepala Lapas Kelas III Wahai, Tersih Victor Noya, mengapresiasi semangat dan kesungguhan warga binaan dalam mengelola budidaya hidroponik hingga menghasilkan panen yang memuaskan.
“Keberhasilan panen sekitar 40 ikat kangkung hidroponik ini menunjukkan bahwa warga binaan mampu memanfaatkan waktu pembinaan dengan kegiatan yang positif dan produktif. Kami berharap keterampilan yang diperoleh dapat menjadi bekal yang bermanfaat ketika mereka kembali ke tengah masyarakat,” ujar Tersih.
Menurutnya, pembinaan kemandirian menjadi salah satu fokus penting dalam sistem pemasyarakatan karena tidak hanya membentuk karakter, tetapi juga memberikan keterampilan yang dapat membuka peluang usaha setelah warga binaan menyelesaikan masa pidananya.
Kepala Subseksi Pembinaan Lapas Wahai, Merpaty S. Mouw, menjelaskan program hidroponik terus dikembangkan karena dinilai efektif dalam memberikan pengalaman praktik langsung kepada warga binaan.
“Kami terus memberikan pendampingan kepada warga binaan mulai dari proses penyemaian, perawatan hingga panen. Melalui kegiatan ini, mereka dapat memahami teknik budidaya hidroponik secara langsung dan meningkatkan keterampilan di bidang pertanian,” katanya.
Suasana panen berlangsung penuh antusiasme. Warga binaan yang terlibat tampak aktif memanen hasil tanaman yang telah dirawat selama beberapa pekan. Bagi mereka, keberhasilan panen tidak hanya menghadirkan hasil pangan, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri dan tanggung jawab melalui proses belajar yang berkelanjutan.
Hasil panen kangkung hidroponik tersebut selanjutnya akan dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan pangan di lingkungan Lapas Wahai. Keberhasilan ini sekaligus menjadi bukti bahwa program pembinaan yang tepat dapat menghasilkan kegiatan produktif, bernilai ekonomi, dan memberi harapan baru bagi warga binaan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat.
Indonesia
English
Belum Ada Komentar